Aku menulis cerita absurd, juga melukis apa yang ada dipikiran absurdku.
Absurd. Itulah aku. Satu kata yang mewakili kepribadianku. Ini cerita pertamaku. Lebih buruk dari yang dikira.
* * *
Aku bukan pelukis handal.
Tambahan: bukan penulis handal.
Ini juga bukan pelarian. Kalau khayalanku ngendap di otak, kan ga' asyik. Jadi di share boleh, lah. Sekalian menjadi tolak ukur setinggi apa khayalanku.
THE LAST
Jangan heran kalau isinya adalah khayalanku di negri orang. Mungkin tidak begitu sempurna penggambarannya-Atau bahkan ngawur. Tapi kembali lagi kepada fakta,
"Diriku Absurd"
---------------------------
WARNING: Banyak dari scene disini yang merupakan scene fiksi. Jadi, jangan di cari di google, ya.
----------------------
~(19 April 2016)~
YOU ARE READING
Melody of Saint-Laura
General Fiction(Slow Update, Lack Scenario) Ketika kata bungkam dan melodi berbicara. -------------------------------- Brielle baru saja memasuki sekolah menengah atas. Meski ambisinya untuk menjadi ilustrator tidak padam, baginya, sekolah ini terasa berbeda tanp...
