Siapa yang tak mengenal sosok Alvin. Seorang ketua basket, vokalis band sekolah, pintar, mudah bergaul, dan yang pasti Alvin most wanted guy di sekolahnya.
Namun khayalan para siswi untuk bersanding dengan seorang Alvin harus kandas sebelum mereka berperang karena ternyata sosok Alvin sudah memiliki kekasih.
Bahkan mereka sudah berpacaran selama tiga tahun, terhitung sejak mereka duduk dibangku kelas delapan sekolah menengah pertama.
Almira, gadis yang dianggap beruntung mendapatkan sosok Alvin itu bukan sosok yang populer. Bahkan Almira termasuk kategori cewek pendiam. Namun tak banyak orang menyadari bahwa sosok Almira lah yang memang dibutuhkan oleh seseorang yang famous seperti Alvin.
Almira yang tak pernah marah ketika Alvin dikerubungi banyak fans ketika selesai manggung, yang tak pernah risih ketika mereka jalan bersama dirinya ditatap rendah oleh orang lain, yang tak pernah ngambek ketika Alvin lupa memberinya kabar karena kelelahan latihan basket. Sosok itulah pelengkap hidup Alvin.
"Fandy, Bobby... Alvin kemana?"
Terlihat Almira yang datang ke kelas sebelas ipa dua dengan wajah putus asa.
"Udah cabut duluan Ra."
"Emang dia nggak ngabarin lo Ra?"
"Enggak... udah sejak kemarin dia batalin ketemuan sama kita itu dia nggak contact gue lagi."
"Tadi dia juga rada aneh sih. Begitu bel istirahat tuh anak langsung cabut tanpa pamit ke kita. Tapi yaa gue pikir dia buru-buru mau nemuin lo, minta maaf soalnya kemarin nggak bisa datang."
"Enggak, gue kira dia nggak nyamperin gue karena dia sama kalian."
"Ya udah deh gue duluan ya. Mau beli novel dulu keburu sore. Bye guys..."
"Oke hati-hati Ra."
***
Almira keluar dari toko buku favoritenya sambil menenteng tas belanja yang berisi beberapa novel. Namun ketika ia sedang melewati salah satu restaurant di mall tersebut, ia melihat sosok itu.
Almira masuk ke restaurant tersebut lalu menghampiri mereka.
"Jadi ini yang kamu lakukan dibelakangku? Bertemu dan bermesraan dengan mantanmu?"
"Almira?!"
"Aku kecewa sama kamu Vin."
"Tunggu... kamu pikir cuma kamu yang kecewa? Kamu pikir aku juga nggak tahu kalau kamu juga ada main dibelakangku?!"
"Apa maksudmu?!"
"Kamu pikir aku nggak tahu kalau kemarin kamu makan berdua dengan Bobby?!"
"Apa?! Kamu mimpi Vin?!"
"Cukup Almira! Kamu kecewa sama aku? Sama! Aku juga kecewa sama kamu!! Lalu kamu mau apa? Kita putus? Oke, mulai sekarang kita putus!!"
"Vin... kamu... putus? Kita?"
Air mata yang sedari tadi coba di cegah Almira kini tak terbendung lagi. Tatapan mata gadis itu menggelap ketika menatap manik mata Alvin yang tampak kalap.
Almira berbalik meninggalkan Alvin dan Ghina lalu berlari menuju basement. Almira tertunduk lesu di dalam mobilnya.
Sakit? Perih? Sedih? Jangan tanya seberapa besar aku kecewa. Seharusnya aku mendengarkan mereka. Seharusnya aku tak terjebak oleh pesona yang membuatku buta. Seharusnya aku menolak adanya kata cinta.
Karenamu aku percaya. Karenamu aku mencoba membuka rasa. Karenamu aku berani mencecap cinta. Namun harus kuakui karenamu pula aku kembali terluka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Always Same
Short StoryBukan masalah berapa lama kita menjalani Bukan seberapa sabar aku menghadapi Bukan seberapa keras kita merenungi Bukan tak pantas kau kunanti Namun kau melupakan satu janji Untuk tak saling menyakiti Untuk saling berbagi hati Dan untuk saling memper...
