Part 32

5.7K 185 9

Jessi pov

Aku terbangun dengan mata sembab, kepala ku pusing, badan ku terasa remuk. Tiba tiba saja aku menginginkan sesuatu. Tapi yang aku inginkan itu tidak masuk akal. Aku sangat menginginkan perut ku di helus oleh fariz.

"Sayang, kamu kangen papa ya? Tapi maaf ya nak, mama engga berani mendekati papa mu. Mama takut sama papa mu nak." Gumam ku dalam dengan menghelus perut.

Took,,tok,tok..

"Sayang kamu udah bangun?" Sahut ibu dari luar kamar ku.

"Sudah bu, sekarang jessi mau siap siap dulu"

"Cepetan ya nak, ibu tunggu di meja makan."

"Iya bu"

Aku beranjak dari kasur ku dan bergegas ke kamar mandi. Entah kenapa kepala ku terasa pusing, aku memakasakan diriku untuk tetap bersiap siap.

Aaaaaaauuuuwwwwhh saaaakiiiiittt ibuuuu ayaaaaaahh toloooong jesssiiiii...

Mendengar jeritan ku ayah dan ibu menggendor pintu ku, aku lupa kalau pintu ku masih dalam keadaan terkunci.

"Sayang kamu kenapa? Buka pintu nya nak" sahut ayah.

Lama kemudian, ayah mendobrak pintu ku, lalu mencari ku ke kamar mandi, dan melihat ku lemas tak berdaya.

"Sayang, kamu kenapa nak? Wajah mu pucat sekali." Tanya ibu

"Ibu, ayah tolong jessi, perut jessi sakit, rasa nya kram."

"Ya sudah bu, kita bawa jessi kerumah sakit sekarang."

Author pov

Sesampai nya di rumah sakit, ayah dan ibu jessi setia menunggu anak nya sampai dokter keluar memberitahukan berita bahwa anak nya tidak apa apa, ayah dan ibu selalu berdoa untuk kesehatan jessi.

Tak lama kemudian dokter pun keluar, ayah dan ibu jessi langsung berdiri dan nenghampiri dokter itu.

"Dokter bagaimana dengan anak saya?" Tanya ayah.

"Anak bapak dan ibu tidak apa apa, hanya saja itu hal yang wajar." Jawab dokter

"Maksud dokter apa?" Tanya ibu

"Iya itu hal yang wajar bagi seorang ibu hamil, karena stres atau kecapean yang menyebabkan perut nya terasa kram. Jadi saya minta untuk bapak dan ibu menjaga nya, dan menyuruh nya untuk jangan terlalu banyak pikiran."

"Apaaaa, anak saya hamil?" Tanya ayah dengan ekpresi marah.

"Iya pak, apa bapak tidak mengetahui nya selama ini?"

"Tidak dok, anak saya tidak memberitahukan nya pada kami."

"Iya anak bapak sedang mengandung, usia kandungan nya sudah 5 minggu. Tolong beritahukan kepada suami nya ya. Saya permisi dulu."

"Terima kasih dok" ucap ibu.

Ayah jessi hanya terdiam, dia menggempal kan tangan nya. Seakan akan ingin memukul sesuatu. Tapi ibu jessi menenangkan nya, agar ayah tidak memarahi jessi.

"Ayah, jangan memarahi jessi. Lebih baik kita tanyakan saja yang sebenar nya." Ucap ibu

"Tapi dia sudah bikin malu keluarga bu, hamil di luar nikah, itu aib bagi keluarga kita."

"Ayah, ibu mohon sama ayah jangan memarahi jessi. Ini semua sudah takdir. Ibu tidak mau jessi sampai kenapa napa, dia putri ibu satu satu nya. Kalau sampai ayah menyakiti dia, ibu tidak akan memaafkan ayah."

Love You FarizBaca cerita ini secara GRATIS!