Pesan Singkat

45 1 3
                                        

"Welcome to your reality."

Sejujurnya, aku ingin mengucapkan selamat datang, tapi aku tak begitu yakin dengan pendirianmu. Sebuah hal yang menarik dan yang paling mendasar adalah mengetahui kondisi satu sama lain, bukan? Tentu saja, selama duniaku tak tersentuh oleh duniamu, pasti takkan ada hal buruk yang menimpa kita, kan?

Masing-masing orang tentu punya fantasinya sendiri, dunia khayalannya sendiri, penuh dengan petualangan yang seru dan menakjubkan. Yah, setidaknya begitulah yang kupikir-pikir. Namun, tetap saja, kita berbeda dunia. Kau berada di dunia nyata, sedangkan aku berada di sebuah dunia yang kau sebut dengan "Imajinasi".

Namun, aku khawatir pertemuan kita akan sangat singkat. Maka, ketahuilah! Kami akan selalu menjaga kalian, melindungi kalian ketika kalian berbaring tidur, dan akan selalu menemani kalian di kala kesepian. Akan tetapi, apa daya kami jika kalian justru meninggalkan kami dan mulai mendewasa.

Seiring waktu berjalan, imajinasi kalian semakin menyempit. Bahkan, ada yang di antara kamu yang senang sekali mencemooh pribadi-pribadi dengan imajinasi yang tinggi. Kalian sebut mereka orang yang aneh, khayalnya terlalu tinggi, dan lain sebagainya. Kalian justru harus tahu, bahwa mereka inilah yang patut kuapresiasi.

Terutama bocah kelas sembilan ini. Seorang anak yang dicap sebagai orang aneh oleh teman-temannya. Masa kecilnya yang cukup suram membuatku bergetar tiap kali aku mengingatnya.

Pada akhirnya, akan kutawarkan dua pilihan untukmu, jika kau ingin teruskan memperhatikan ceritaku, maka ketahuilah, dunia imajinasi adalah milikmu, tapi bersiaplah dengan kejadian-kejadian yang takkan kau duga sebelumnya. Pilihan yang lain adalah menutup mata dan telingamu, lalu tenggelam kembali ke glamornya dunia ini. Kuharap kau tak menyesal dengan pilihanmu, apapun itu.

Baiklah, bila kau sudah sampai di bagian ini, akan kuceritakan sebuah kisah tentang seorang anak kelas sembilan yang bernama Fahmi Pronus Adana dan Imagi-nya, Max Ulmeera.

"Welcome to your imagination."

~ Sepucuk surat dari seorang Imagi.

©Fahmi JuniMax, 15 Feb 2016

Imagi : Turn Imagination Into RealityStories to obsess over. Discover now