PROLOG

31 2 0
                                        

Di depan sebuah gudang terpencil – jauh dari perkotaan – telah berdiri sekompi pasukan Densus 88, Gegana Brimob, Dengultor TNI AD, Kopasus TNI AD dan satuan Antiteror BIN mengepung gudang tersebut. Pengepungan dilakukan dari 2 jam lalu, dan tidak ada tanda tanda pergerakan untuk menyerang masuk ke dalam gudang sampai ada perintah dari pemimpin mereka.

"Ini akhirnya kan?" Tanya seorang gadis yang berdiri di belakang kerumunan pasukan.

"Iya, ini akhirnya." Jawab seorang pemuda yang berdiri di samping gadis tersebut. Pemuda itu menolehkan kepalanya ke arah gadis dan tersenyum hangat sembari menggandeng tangen si gadis.

Mereka saling tatap dan tersenyum menyalurkan segala emosi masing-masing melalui mata mereka.

"Serbu!!" teriak pemimpin pasukan dan pasukan yang awalnya mengepung gudang tersebut pun mulai memasuki gudang.

Suara baku tempak dan teriakan-teriakan pun terdengar dari dalam gudang tersebut. Satu persatu pasukan yang menyerbu, keluar dari gudang dengan membawa tahanan. Tidak sedikit pula tahanan yang mencoba untuk melarikan diri, akan tetapi pasukan yang telah dilatih bertahun tahun untuk menangani kasus seperti ini tidak akan membiarkan tahanan mereka lepas begitu saja.

Ini akhir dari segala teror yang terjadi. Ini akhir dari segala keresahan masyarakat. Tapi ini bukan benar benar akhir.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pasangan itu berjalan sepanjang tepi pantai dengan tangan yang saling bertaut. Merasakan angin senja yang berhembus. Tidak ada yang memulai percakapan diantara mereka berdua. Tapi dua insan tersebut tahu, tidak ada kata sepi diantara mereka berdua, tidak ada kecanggungan disela kebisuan mereka. Karena mereka tahu, mereka selalu ada untuk satu sama lainnya. Selau mencoba menyalurkan kehangatan untuk mereka rasakan.

"Angel" seru pemuda

"Hmm.."

Pemuda tersebut berhenti berjalan dan menghadap ke arah gadisnya. Merapikan rambut gadisnya yang berterbangan akibat angin senja. Tangannya berhenti mengelus pipi gadisnya, dan matanya menatap ke dalam mata gadisnya, mengungkapkan segala rasa yang tak terucap.

"I Love You, Angel" ucap pemuda itu dan menarik gadisnya ke dalam pelukannya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku tau ini cerita abal banget. Gak ada feelnya. T_T

Ini cerita pertama aku selain sesi curhatku di lapak sebelah. Semoga yang baca suka dan memberikan komen dan vote untuk cerita perdana yang abaaaalllll sangat ini.

Aku hanya sedang berusaha menjadi seorang pendeskripsi dari segala khayalan-khayalan cerita yang terpendan dalam otak ini. Jadi mohon masukannya..

Arigatooooo

-Ida-

The Savior AngelStories to obsess over. Discover now