Tortured
Bagian 2
Waktu demi waktu, aku terus berjalan di tengah keheningan malam. Mencari tempat untuk beristirahat, mungkin sudah dua jam lebih aku berjalan tanpa arah untuk mencari kost-an yang akan aku sewa. Tapi hasilnya nihil, tak ada satupun kost-an yang ada selama aku berjalan. Kalau ada pun pasti harga sewanya mahal.
"Tolong... tolongg..."Terdengar suara teriakan perempuan yang tak tau asalnya dari mana.
"Tolonggg sayaa, siapapunn tolong"Teriakan itu semakin jelas terdengar disekitar ku. Saat ku berjalan mencari arah suara itu terlihat seorang ibu hamil yang tergeletak di pinggir jalan.
"Yaampun.. ibu kenapaa?"Tanyaku kepada ibu hamil itu.
"Tolongg bawa saya kerumah sakit, saya mau melahirkan ahhrrrgg"Teriak ibu hamil itu.
Keadaan sedang memungkinkan , ada taxi yang lewat dijalan ini.
"Taxiiii"Teriaku sambil melambai-lambaikan tanganku. Taxi yang ku panggil pun berhenti.
"Ayo pak bantu saya bawa ibu ini ke rumah sakit"Kataku sambil memapah ibu hamil ini.
Selama perjalanan ibu hamil ini terus mengeluh kesakitan.
"Susterrrrrr, dokterrrr,aduh pada dimana sih tolongin, sussterrrr"Teriaku saat sampai di Rumah Sakit.
"Ayo cepatt bawa ibu iniiii"Kataku memapah ibu hamil ini yang belum ku tahu namanya.
'Akhirnya,semoga tidak terjadi apa-apa dengan ibu hamil itu'Pikirku
Dengan langkah gontai aku duduk di kursi, untuk memperistirahatkan tubuhku. Aku tak tau harus kemana ku pergi.
'Cih, apakah aku memang tidak penting?Sampai kedua orang tuaku tidak berusaha mencariku'Pikirku
Aku tertawa miris melihat keadaanku sekarang ini, tak ada yang peduli. Ya mana ada yang peduli denganku, aku hanya gadis yang memiliki keberanian tetapi selalu menghindar dari masalah. Pengecut, ya aku memang pengecut.
***
Kini aku berada di sebuah kost yang mungkin jauh dari rumahku. Aku sangat bersyukur karena aku mendapatkan tempat tinggal layak dan ya gratis, karna Ibu Irma -ibu hamil- yang ku tolong ternyata pemilik rumah kost.
Kini dihadapanku ada banyak alat yang bisa membuatku mengakhiri hidup, tinggal ku pilih berakhir sudah kehidupan ku yang pilu ini, tapi aku tak tahu apakah dengan cara mengakhiri hidup, apakah semua masalahku berakhir?
"Ya ampun neng.. kamu mau ngapain? jangan melakukan hal bodoh yang merugikan dirimu sendiri, sadar neng sadar"Ucap Ibu Irma yang berada didepan pintu kamarku.
Dengan cepat aku bereskan semua alat yang ada didepanku, ku simpan kembali ke dalam tas.
"duh,ibu kok main masuk kamar saya aja tanpa ketuk pintu dulu?"Ucapku pada Ibu Irma sambil mengalihkan pembicaraan.
"Anu, neng maaf ibu ga ngetuk pintu dulu, ibu cuma mau ngingetin kalau butuh apa-apa bilang ke ibu ya"Jawab Ibu Irma
"Ohh..iya bu nanti kalau saya butuh apa-apa saya bilang kok ke ibu"Jawabku sambil menghela nafas.
"iyaa neng maaf ya, kalau gitu ibu pamit pulang dulu"Jelas Ibu Irma.
"Iya bu"
Aku selalu berfikir akankah kehidupanku bisa seperti dulu lagi dimana mama, papa kembali menyayangiku. Tak peduli dengan adik tiriku, mungkin aku bisa menyayanginya, ya mungkin kalau dia tak mengambil kasih sayang kedua orang tuaku.
"Besok sekolah apa engga ya?"Ucapku pada diri sendiri.
Aku terus memikirkan apa yang besok akan terjadi sampai aku tertidur dengan tersendirinya.
YOU ARE READING
Tortured ( Complete )
RandomMerupakan lanjutan cerita part 1 yang berada di akun @gideandark
