Prolog

5.2K 174 26
                                        

"Tidak!" teriakku kuat-kuat.

Ini benar-benar menyebalkan. Hari masih pagi, matahari bahkan belum bersinar sepenuhnya, di ruang kelas ini bahkan belum ada siapa-siapa selain kami bertiga. Tapi kepalaku sudah dipenuhi dengan permintaan konyol Aldo.

"Jangan paksa dia" kata Fira yang duduk di bangkunya. Menatap kami dengan pandangan merendahkan. "Kau memang konyol, Do"

"Tapi dia sendiri yang bilang—"

Fira menghentikan ucapan Aldo dengan tatapan matanya. Tidak pernah ada yang tahan dengan tatapan Fira—aku rasa itu hanya karena matanya besar—.

"Melihat kalian datang sepagi ini saja sudah cukup luar biasa" kataku "dan sekarang kalian menawariku dengan ide—apa kau bilang tadi?—mesin waktu?" aku terkekeh.

"Ini sungguhan, Fath!" Aldo terus berusaha meyakinkanku "Makanya kubilang, kau ikut kami ke rumah Profesor Owl dan lihat sendiri! Mesin Waktu! Dia berhasil membuatnya"

"Berhenti mengucapkan nama benda itu! Aku menghargai kisah fiksi, tapi aku juga menghargai ilmu pengetahuan serta kebijakan alam untuk membuat semuanya tetap terkendali"

"Kau lihat Aldo? Dia lebih gila darimu" kata Fira.

Aku mendengus. Tapi, yang lebih aneh daripada segala yang diceritakan Aldo pagi ini adalah: Fira sendiri.

Fira, untuk pertama kalinya dalam dua tahun aku sekelas dengannya, datang ke sekolah pukul 06.30 . Dan ... dia sama sekali tidak meragukan penemuan Dokter Owl. Maksudku, mesin waktu tentu sangatlah tidak bisa dipercaya dibandingkan sumbu lambat yang pernah membuat mereka hampir terbunuh semester lalu.

Mesin Waktu! Yang benar saja!

"Itu masih bisa dijelaskan. Kalau kau mengerti ilmunya. Heh, kukira kalau membaca banyak buku kau bisa lebih pintar" Fira berbisik, menyindirku seolah bisa membaca pikiranku—sebenarnya tidak, sejak tadi aku menggambar jam dan tanda tanya besar di buku matematika, dan Fira bukan orang bodoh—.

Sekarang anak itu duduk semeja denganku. Aku sudah terbiasa duduk sendirian, tapi dia tidak. Faiza sakit campak, Fira sendirian. Untungnya Aldo tidak mendesak untuk duduk bertiga karena Fauzi juga sakit.

"Kau pernah dengar Jason Snyder? Dia adalah bukti kalau mesin waktu itu ada. Bisa saja ide mesin waktunya berasal dari penemuan Profesor Owl"

Yaah, dan Dokter Owl mendapatkan ide dari si Snyder itu, jadi siapa yang mendapat ide dari siapa? Aku benci paradoks. Ngomong-ngomong ...

"Siapa Jason Snyder?"

"Kau tidak tau?" Fira memandangku sinis. Ayolah, hanya karena kau tau bukan berarti kau bisa memandangku seperti itu.

"Dia penjelajah waktu, konon dia datang dari tujuh puluh tahun dari sekarang. Dia sendiri muncul di Inggris"

"Siapa yang mengatakan dia penjelajah waktu?"

"Dia sendiri. Dia mengatakannya pada seorang pelayan di hotel dia tinggal. Lalu kabar itu menyebar. Meski tidak pernah diliput media resmi, tapi semua orang tau tentangnya. Ia datang untuk sebuah misi"

"Konyol" kataku ketus. Aku kembali memandang papan tulis. Bu Endang mulai memperhatikan kami.

"Ini hari Selasa. Hari yang baik untuk mengunjungi Profesor Owl" hasut Fira.

"Kutukannya tidak akan bekerja jika kau mengunjunginya di hari Selasa" Aldo yang duduk di depanku bergumam—dia memang tidak memaksa duduk bertiga, tapi bersikeras mengusir siswa yang harusnya duduk depanku, pengecut.

"Kutukan?" tanyaku.

"Kutukan terlibat hal buruk. Ibuku bilang begitu" lanjutnya.

Dia pasti bercanda.

Tujuh Detik Menghilangnya AkuDes histoires addictives. Découvrez maintenant