Chapter 1 : Kenal

182 5 1
                                        

Apa mungkin aku jatuh cinta pada orang seperti dia? Oh tidak mungkin. Ini hanya mimpi.

-------------------------------------------------------------------------------

"Iya mom, Aku udah bangun nih"

................................

"Iya mom,nanti aku mandi kok"

................................

"Arghh iya aku mandi"

Dengan cepat Stefanny menutup telfon yang berdurasi 5 menit tersebut. Stefanny pindah keJakarta dari Amerika karena masalah mommynya yang tidak ingin ia masuk kedalam masalah mommynya.
Stefanny tidak memiliki seorang ayah, karena ayahnya sudah tiada sejak ia masih berumur 2 tahun. Itu yang menyebabkan ia tidak mau berdekatan bahkan memiliki hubungan khusus seorang dengan seorang lelaki.

Setelah selesai mandi, Stefanny bergegas pergi kesekolah yang sudah dipilihnya saat diAmrik. Mobil yang dikendarai pak tua itu sangat lambat sehingga memungkinkan Stefanny terlambat datang diSekolah.

Sesampainya diSekolah....
"International School Jakarta" Stefanny membaca papan tulisan yang telah berdebu tersebut.

"Welcome to International School Jakarta"Seorang wanita dengan badan yang besar tersebut tiba tiba datang, menyebabkan Stefanny melompat karena kaget.
Stefanny hanya membalas perkataan tersebut dengan senyuman.

"Kami disini berharap kamu senang berada disini, dan kami akan lakukan semaksimal mungkin untuk membuat kamu lebih baik"

"O..oh terima kasih bu, saya juga akan berusaha untuk merubah diri saya, dan mendapatkan prestasi."

"Mari saya antar kamu kekelas, stef.. Stefan..stefanny, hehe ribet namanya."

Wanita yang diKatakan sebagai kepala sekolah tersebut mengantarkan Stefanny kekelasnya, kelas 11.B.
Kelas tersebut berada dilantai 4, dan sebenarnya ada lift disini, tetapi karena semua lift sedang diperbaiki, maka Stefanny dan wanita tersebut naik dengan tangga yang berada didekat koperasi.
Baru sampai dilantai 2, Stefanny sudah sangat kelelahan. Bajunya basah karena keringat dan rambutnya sudah sangat lepek.

Sesampainya didepan kelas, Wanita itu kembali tersenyum dan mengetuk pintu kelas. Setelah itu meninggalkan Stefanny.

"Kamu murid baru? Ayo silahkan masuk dan perkenalkan diri kamu."

"Halo guys, nama gue Stefanny Collin Dirgantara, kalian bisa panggil Stefanny. Gue pindahan dari Amrik. Semoga kalian suka dah ya,sama gue"
Hampir semua murid melongo karena kaget Stefanny berani mengucap 'lo-gue' disebelah guru.

'Uhuyy,cans nih. Boleh kali'
'Pin woy pin'
'Rumahnya dimana? Ngedate yuk'

"Huuuuu" semua murid perempuan menyoraki para laki laki yang ganjen itu. Sebenarnya Stefanny juga jijik mendengarnya.

"Diam semua. Stefanny, Silahkan kamu duduk diPojok belakang sana."
Stefanny hanya mengangguk dan berjalan menuju tempat yang disuruh oleh Ibu guru tadi.

"Hay, nama gue Stefanny. Nama lo siapa?" Ucap Stefanny sambil mengulurkan tangan.

"Gue Ghardia" ucap laki laki itu tanpa membalas uluran tangan Stefanny dan masih berfokus pada buku bukunya.

Dengan wajah kecewa, Stefanny menarik kembali uluran tangannya. Dia merasa kesal, Dan malu karena diabaikan. Sebelumnya, Stefanny tidak pernah dilakukan seperti ini oleh orang lain, terutama laki laki. DiAmrik, Dia adalah orang yang sangat eksis.

****
Hari ini dan kali ini, Stefanny harus tahan lapar sampai pulang sekolah pada jam istirahat. Bukan karena Stefanny gakada uang, tapi gue gaktau dimana letak kantin. Stefanny lupa menanya kepada kepala sekolah tadi.
Akhirnya Stefanny cuma bisa duduk dikursi dengan kepala ditaruh diatas lipatan kedua tangan.

"Hay, Stefanny! Kok ga kekantin?" Seorang wanita tiba-tiba duduk disamping Stefanny. Kursi tempat Ghardia duduk sedang kosong karena dia sedang rapat OSIS *ciee Stef merhatiin aja:3 jadi pengen diperhatiin/ plak/ ditampol readers*

"Oh eh ah,engga nih.. Gaktau kantin dimana, dan gue lagi malas makan" Stefanny berbohong untuk menutupi rasa malunya.

"Ohh begitu..ohya, nama gue Andita, panggil saja Dita"

"Emm oke"

"Iya. Gimana rasanya duduk sama Ghardia? Pasti enak banget ya?"

"Hah? Enak darimana? Dia kayak batu, susah banget diajak ngobrol."

"Masasih?"

"Beneran deh."

Saat Stefanny dan Dita sedang asyik mengobrol, datang Ghardia dengan wajah datarnya. Ia berdiri didekat mejanya. Dita yang melihat wajahnya yang seram langsung pergi, dan Ghardia langsung duduk.
"Abis rapat OSIS Ghar?" Ghardia membaca bukunya.

"Hmm."

"Gue pengendeh jadi OSIS."

"Ohh."
Stefanny memanyunkan bibir nya karena jawaban Ghardia yang sama sekali membuat kurang puas. Dan selama berbicara sama dia, Dia tidak pernah melihat kearah Stefanny. Tidak sama sekali

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Please vote.

Ig : @eka.ay_

First LoveWhere stories live. Discover now