Coincidence

43 2 0
                                        

Bobby keluar dari bandara dengan sebuah ransel di punggung dan koper di tangan kirinya. Pandangannya menyapu sekitar, mencari sosok yang telah berjanji untuk menjemputnya ketika ia mendaratkan kakinya di ibukota. Sampai pada ketika matanya bertemu dengan tangan mungil yang tengah membawa kertas bertuliskan:

Selamat datang, mantan. Selamat Ulang Tahun. Nyushi, yuk?

Seketika senyum tersampir di bibirnya. Kakinya tak perlu menunggu waktu yang lama untuk mendekati pemilik tulisan tersebut.

"Happy birthday, Bob." Gadis di hadapan Bobby menurunkan kertas yang tengah ia bawa. Tangannya terlentang memeluk Bobby.

Bobby membalas pelukan gadis di hadapannya, mengelus rambut sewarna sable dengan lembut sebelum menjauhkan tubuhnya dengan gadis itu. "Thank you, Ror."

"Should we go now?" Bobby bertanya dengan satu alisnya yang terangkat.

"Wait a minute. I'll call my boyfie, first." Seketika tangan Bobby mengambil alih ponsel yang ada di genggaman Rora.

"You don't need to, sweetie. How dare you make a call on my birthday?" Rora hanya bisa termangu mendapati ponselnya hilang dari genggaman.

Bobby tersenyum ke arah Rora sebelum mengapit ponsel milik Rora di antara bahu dan telinganya. Tangannya yang bebas membawa lengan Rora dalam genggaman.

Dalam genggaman Bobby, Rora mengernyit dalam tanya. "Kamu telepon siapa, Bob?"

"Calon mertua dong. Mereka lebih butuh kabar kita ketimbang cowok kamu." Jawab Bobby dengan entengnya. Tidak banyak yang bisa Rora lakukan selain memutar-mutar bola matanya. "Halo om, ini Bobby."

"..."

"Baik om. Om sendiri gimana kabarnya? Mau izin pinjem Roranya seharian ya om?"

"..."

Bobby tergelak singkat. "Ngarepnya sih gitu om tapi Rora udah ada cowok baru tuh."

Rora menggembungkan kedua pipinya, tangannya tanpa segan maju untuk memukul bahu Bobby. "Apaan sih, Bob."

"Lah, orangnya malah kesel om. Wah, laporin cowok barunya aja nih om enaknya." Kekehan lolos dari bibirnya. "Oke, om. Makasih. Salam buat tante sama Nino di rumah."

Tut. Panggilan diputus.

"Papa ngomong apa?"

"Papa ngasih izin aku buat nyulik kamu seharian."

Rora memutar bola matanya. "Of course he did, you're his second son from another ovary. Coba kalo kamu minta izinnya ke mama. Boro-boro." Ada nada setengah mengejek pada kalimat Rora.

Biasanya Bobby akan membawa tubuh Rora mendekat kemudian memitingnya dengan tangan, tapi kali ini tidak. Bobby memutar tubuhnya, menyejajarkan pandangnya dengan milik Rora. Sudut bibirnya naik membuat senyum yang paling dibenci Rora. Senyum yang bisa menghidupkan lagi kupu-kupu yang tengah hibernasi di dalam perutnya.

"I don't know when, but someday she will let me to have you. Just wait, ok?"

Mungkin ini akan terdengar aneh atau terdengar seperti omongan sambil lalu orang-orang yang berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan, tapi tidak. Ini nyata terjadi. Bahwa hidup seseorang berasal dari sebuah kebetulan. Kumpulan kebetulan-kebetulan itu yang membuat Bobby hidup sampai detik ini.

Kebetulan Rora adalah orang Indonesia pertama yang ia temui di Amerika ketika usianya 7 tahun. Kebetulan ia jatuh cinta dengan gadis bernama lengkap Aurora Zetta Yogasara ketika ia berumur 16 tahun. Kebetulan ia harus mengakhiri hubungannya dengan Rora tepat di hari ulang tahunnya ke-18. Kebetulan 2 tahun berpisah dengan Rora sama sekali tidak mengubah perasaan Bobby terhadap sosoknya. Kebetulan Bobby tidak bertepuk sebelah tangan karena Rora pun masih memiliki perasaan yang sama terhadapnya.

Kebetulan Bobby adalah apa yang disebut bahagia bagi Rora dan Rora adalah apa yang disebut kehidupan bagi Bobby.

Tapi...

Kebetulan mama Rora masih tetap melarang anak gadisnya menjalin hubungan dengan Bobby. Sehingga seribu kebahagiaan Rora yang bisa menjadi alasan Bobby untuk tetap memiliki Rora terpaksa terpelanting jauh oleh satu penolakan.

Kebetulan Bobby ialah seorang berandal yang masih setia mendamba telapak kaki ibu.

Dan kebetulan yang paling menyebalkan terakhir adalah: Kebetulan, takdir senang bermain-main dengan kehidupannya.

SegiStories to obsess over. Discover now