part 1

164 11 10
                                        


Cerita ini aku dedikasikan buat kak degrion ...

semoga tidak mengecewakan...

Happy reading ;)

Senja yang terasa panjang sekali...

Aku menghela nafas, semua ini terasa menyesakkan. Matahari yang perlahan tenggelam ditelan garis cakrawala. Semburat jingga yang terlihat mempesona. Sungguh sunset yang indah.

Semua ini sungguh indah, tapi terasa begitu menyesakkan. Sunset ini selalu mengingatkanku padamu. Langit kemerahan yang menjadi saksi kisah kita.

Aku tersenyum menikmati debur ombak, semburat kemerahan dilangit, empat puluh detik sunset yang menakjubkan.

"Sunset yang indah." terdengar suara dari arah sampingku. Aku menoleh, seorang cowo yang tingginya hampir sama denganku berdiri disana. Menatap kedepan dengan senyuman yang terlihat manis.

"Ya, sangat indah." jawabku sambil melihat kedepan. Menatap semburat jingga yang perlahan menghilang digantikan gelapnya langit ditemani bintang bintang yang saling menunjukkan sinarnya. Walaupun tanpa adanya rembulan, tetap terlihat indah.

"Gue suka sekali sunset, melihat sunset membuat hati gue merasa tentram. Dengan melihat keindahannya mampu membuat gue melupakan rasa penat setelah seharian bekerja. Membuat gue sejenak melupakan masalah dalam hidup. Sehabis pulang kerja kalau tidak lembur pasti aku usahain buat kesini lihat sunset. O ya, nama gue Damar. Lo ?" Dia menoleh melihatku, menjulurkan tangannya tersenyum mengajak berkenalan. Aku menatapnya, dia mempunyai wajah yang tampan. Matanya yang besar dengan hidung mancung dan bibirnya yang agak tebal tapi seksi. Membuatnya terlihat benar benar tampan.

"Gue Vindra." balasku menjabat tangannya sambil tersenyum menatapnya.

"Lo juga suka sunset ? Sering kesini ? Tapi kok gue gak pernah lihat lo ya ?" tanyanya beruntun. Aku yang mendengarnya tertawa kecil.

"Ya, gue suka sunset. Gue baru pertama kesini. Gue baru pindah dari Lombok." jawabku

"Wow, Lombok kan terkenal dengan panorama pantainya yang indah kan. Pasti sunset disana lebih indah dan menakjubkan. Terus kenapa lo pindah kesini ?" Aku tertawa melihatnya seperti itu. Begitu bersemangat membahas tentang sunset dilombok. Tapi aku akui disana memang indah. Lebih indah dari sunset disini.

"Ya, begitulah. Lo gak bakal nyesel deh lihat sunset disana. Bahkan lo bakal kecanduan buat melihatnya lagi. Gue ikut bokap gue yang dipindahtugaskan keperusahaan pusat disini. Nyokap ikut kesini, karna gue juga baru lulus kuliah ya gue ikut juga sekalian mau cari kerja disini." kataku menjelaskan pada Damar.

"Oh gitu, yah sayang sekali ya harus meninggalkan Lombok buat ke Jakarta." aku hanya tersenyum menanggapinya.

"Eh, udah jam segini. Gue harus pulang nih. Belum mandi juga. Gue pulang dulu ya, nice to meet you." ucapnya tersenyum sambil melangkah pergi.

"Nice to meet you too." jawabku membalas senyumannya.

Itulah pertama kali kita bertemu dan berkenalan. Dulu aku selalu tersenyum jika mengingatnya, merasa bahagia karna waktu mempertemukan ku dengan mu. Tapi itu dulu, sekarang hanya sesak yang kurasa setiap kali mengingatnya. Hanya sakit yang hadir setiap mengingat tentangmu.

Sunset yang indah yang selalu menghadirkan senyum sekarang hanya menghadirkan tangis. Sunset selalu mengingatkan padamu. Aku terduduk dipasir putih, melihat kedepan menerawang jauh kemasalalu.

Flashback

Aku duduk diatas batu besar dekat pantai sambil menunggu seseorang.
"Hai, sudah lama menunggu." Tanya seseorang yang baru saja datang sambil duduk disampingku. Aku menoleh menatapnya.

MEMORYStories to obsess over. Discover now