Part 1

13 0 0
                                        

Sungguh mencari pekerjaan di Jakarta itu susah.

Oh iya kenalkan namanku Victoria Miranda Vallensa. Aku anak pertama dari 3 bersaudara, aku mempunyai 2 orang adik laki laki dan perempuan.
Usiaku sekarang 22 tahun, Sedangkan adikku yg bernama Veronso Herdian Vallensa baru saja lulus Sma, Dan yg terakhir Vasiya Angatha Vallensa dia baru duduk di kelas 1 Smp.

Orang tuaku sudah meninggal 2 tahun yg lalu, saat mereka ingin menjenguk-ku di Bandung tapi mereka malah mengalami insiden kecelakaan. Semenjak itu aku menjadi tulang punggu keluarga untuk menghidupi ke 2 adik-ku.

Semenjak itu aku berusaha mati2an untuk lulus kuliah dan mencari pekerjaan, semua aku lakukan dari yang menjadi pelayan cafe, membantu jualan dikantin, mencuci piring dan lainnya, tapi akhirnya aku berpikir sayang klo Ijazahku tidak dipergunakan. Dan sekarang disinilah aku di Depan Gedung perusahaan Endless.

"Maaf pak, numpang tanya kalo mau ngasih lamaran kerja saya harus kemana ya?"

"Oh mbak mau ngelamar kerja ya? mbak masuk aja tanya sama bagian receptionistnya, silahkan mba masuk" Jawab satpam itu ramah

"Oh iya makasih pak" Ucapku tersenyum ramah

Aku pun memasuki gedung itu, sungguh gedung yang sangat besar

Aku terus berjalan sambil melihat keadaan disekeliling ini dengan terpesona betapa luasnya gedung ini
Akhirnya aku sampe di depan mbak receptionist ini

Aku memandangi penampilannya ya bisa dibilang cukup jauh dari pemikiranku tentang receptionist di cerita - cerita yang suka kudengarkan dari teman - temanku

Kalian tau kan? Receptionist dengan bedak yang sangat tebal, lipstick yang merah pekat, dan baju yang kekurangan bahan.

"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" Tanya receptionist itu membuyarkan lamunanku

"Oh iya ini mbak, saya mau ngelamar kerja disini. Kira - kira masih ada lowongan engga ya mbak?" Tanyaku sesopan mungkin

"Lowongan perkejaan ya mbak? Saya kurang tau, tapi mbak bisa coba tanya langsung ke bagian HRD aja mbak"

"Oh kalo begitu bagian HRD itu letaknya dimana ya mbak?"

"Mbak lurus aja, nanti mbak ngeliat ada belokan ke kanan, mbak belok disitu ada lift. Terus mbak langsung ke lantai 35 saja"

"Oh yasudah kalo begitu terima kasih ya mbak" aku tersenyum dan berjalan menuju ke lift

Astaga tadi dia bilang lantai 35 kan? Sebenarnya seberapa tinggi gedung ini, gedung ini memang unik dan membuat nyaman saat memasukinnya

*Tring*

Ah liftnya sudah terbuka, aku memasuki lift tersebut tanpa aku sadari ada 2 orang yang sedang melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan disini astaga.

TBC

INFINITYStories to obsess over. Discover now