" Woiii bangun woii !! Udah siang nih woi !! " Rifqa, sahabat Clerin yang satu kos dengannya mencoba untuk membangunkan Clerin yang sedang tertidur pulas di kamar kos-nya. Karena tidak ada jawaban dari kamar Clerin, Rifqa pun berteriak dengan lebih keras sambil mengetok-ngetok pintu kamar kos Clerin yang terkunci rapat.
" Woii et nih anak bangun woi bangun !! Lo kesiangan tau ga !! Bangun woi bangun " Seru Rifqa dengan nada berteriak.
" Hmm iya elah ini gw bangun. " Clerin pun berjalan dengan malas kearah pintu. " Apaan sih qa elah lo ganggu gw aja. "
" Nih anak ya dibilanginnya. Liat tuh jam dinding di kamar lo. Jam berapa sekarang ? " Tanya Rifqa dengan menunjuk kearah jam tangan yang sedang dipakai Clerin.
" Yaelah ini tuh baru jam... Oh My God jam 07.00 gila gw terlambat mana ada ulangan lagi hari ini. Ah gila lo kenapa gak bangunin gw daritadi sih aelah. " Clerin pun langsung menuju ke kamar mandi dengan kecepatan kilat.
" Lah nyalahin gw. Gw udah bangunin lo dari tadi buset. Lo nya aja yang kebo. Udah ah gw duluan. BHAY. " Ujar Rifqa meninggalkan Clerin yang sedang berada di kamar mandi.
Setelah 5 menit berada di kamar mandi, Clerin langsung menuju motornya yang terparkir di teras kos-an. Karena Ia terburu-buru memakai sepatu, Clerin pun tersandung tali sepatunya sendiri, dan terjatuh.
" Aduh ini tali nyusahin aja deh. Sakit lagi aw. "
" Makanya tidur tuh jangan malem-malem. Kesiangan kan jadinya. Bangun cepetan. " Ucap Tio mengulurkan tangan untuk membantu Clerin.
Clerin melirik kearah Tio yang sedang mengulurkan tangannya untuk membantu dirinya. " Yo.. yo.. makin ganteng aja sih lo. " Ucap Clerin di dalam hati.
" Heh malah bengong. Cepetan telat nanti. "
" Iya iya. By the way lo nggak masuk hari ini ? " Tanya Clerin sambil membersihkan debu di celana nya.
" Biasalah.. gw meliburkan diri hoho. Gih dah sono gak bisa ikut ulangan ntar. Upacara kan hari ini? "
" Ah! Iya! Yaampun kok bisa lupa gini sih gw. Ah mati deh gw. " Ujar Clerin yang putus asa.
Tio pun mendorong Clerin kearah motornya. " Udah gih cepetan jalan. Apa perlu gw anterin ? Kaki lo masih sakit kan ? " Tanya Tio.
" Hmm iya sedikit sih. Ah udahlah gw gak kenapa-kenapa kok. "
" Dasar cewe. Kalo ditanya kenapa pasti jawabnya gak kenapa-kenapa. Heran gw. "
" Ah yaudahlah gw berangkat dulu ya Yo. " Ujar Clerin mulai menyalakan motornya lalu berjalan pergi.
Untungnya perjalanan dari kos-an ke SMA Clerin tidak terlalu jauh. Tapi tetap saja, Clerin sudah terlambat 15 menit. Ternyata upacara sudah selesai. Gerbang sekolah pun sudah ditutup. Clerin pun panik, dan akhirnya memilih masuk lewat pintu belakang. SMA tempat Clerin sekolah ini adalah tempat yang sangat menyenangkan bagi Clerin. Tempat dimana Clerin bisa bercanda dan tertawa bersama teman-temannya. Setelah berlari dengan sekuat dengan tenaga, akhirnya Clerin pun sampai. Dengan perasaan campur aduk antara takut, gugup, malu dan kecewa dengan dirinya sendiri karena Ia telah bangun kesiangan dan lupa bahwa hari ini ada upacara serta ulangan yang harus Ia ikuti. Clerin membuka pintu ruangan dengan sangat perlahan. Ia melirik kearah meja dimana sang guru sedang menatap laptopnya dengan sangat serius. Clerin pun mencoba untuk masuk diam-diam dan merangkak menuju kursinya.
" Clerin... Clerin... kamu ini. Kamu kira saya tidak melihat kamu hah ? Walau mata saya menatap kearah laptop. Tapi mata hati saya tidak menatap kearah laptop ya. " Ujar sang guru.
" Hehe eh bapak. Apa kabar pak? Bapak pagi-pagi udah ngelawak aja pak. " Ujar Clerin sambil menggaruk-mengaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Saya tidak sedang ngelawak ya. Kamu tau ini sekarang jam berapa? Saya minta sekarang kamu keluar. Lagipula bagaimana kamu bisa masuk ke sekolah? Apa jangan-jangan kamu nyogok satpam ya? " Ujar Pak Faris menuduh Clerin sambil menyipitkan mata. Pak Farid adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Clerin
" Ya ampun pak nggak boleh suudzon gitu dong. Ini masih pagi loh pak. "
" Shuut... kamu ini mengganggu yang lain saja. Cepat keluar ! Sebelum saya tarik kamu. Keluar ! " Ujar sang guru marah.
" Oke iya saya keluar. " Dengan langkah gontai, Clerin keluar dari ruangan. " Hufftt... ngeselin banget deh. Perasaan gw udah pasang alarm di hp kok gak bunyi sih. "
" Makanya jangan suka pake perasaan mulu dong. " Ujar seseorang.
" Azhar ??? "
YOU ARE READING
Let You Go
Teen FictionHey, apa kabar? Apakah kau baik-baik saja? Aku disini hanya mencoba melakukan yang terbaik untukmu. Jangan lupakan aku ya :) Aku berjanji tidak akan pernah melupakanmu sampai kapanpun.
