PROLOGUE

161 26 22
                                        


PROLOGUE

Candice POV

DAR!!DAR!!DAR!!DAR!!

Aku mendengar seseorang menggedor gedor jendela kamar ku. Aku tau itu pasti dia. Ya, dia Calum Hood. Dia sahabat ku sejak aku masih kecil.

Aku pun membukan jendela ku.

"KENAPA KAU LAMA SEKALI BODOH? KAU TAK LIHAT DI LUAR SEDANG HUJAN?" Calum meneriaki ku, aku sudah terbiasa. Sifat nya memang seperti ini, tetapi kadang ia menggemaskan.

"Jika kau tau di luar sedang hujan, kenapa kau harus datang ke sini?" aku pun protes karena ia sudah meneriaki ku.

Setiap malam ia pasti datang kerumah ku melalui jendela kamar. Katanya jika ia datang melalui ruang tamu pasti ia bertemu dengan ayahku yang selalu mengajak calum untuk mengobrol hingga larut malam, alhasil calum tak jadi bertemu dengan ku, itu lah alasan kenapa ia selalu datang melalui jendela. Ya, ia memang pandai memanjat.

"aku datang ke sini 'kan untuk bertemu dengan mu, aku ini sahabat mu can, jadi jika aku kangen, itu wajar saja bukan?" aku tak menjawab pertanyaan nya, ia sangat membosan kan.

Jika aku boleh jujur, aku sebenarnya menyukai calum. Ini memang memalukan, tetapi aku tak tau perasaan ini selalu saja muncul. Tetapi calum sangat mencintai sahabat ku, Caylen. Aku tidak bermasud untuk munafik tetapi caylen memang wanita jalang. Untung saja ia teman yang baik, jika tidak sudah ku tinggalkan dia.

Dan aku tidak mau calum mengetahui perasaan ku yang sebenarnya. Itu hanya akan merusak persahabatan kami.

"Mana gitar mu yang telah ku belikan?" calum menanyakan soal gitar yang telah ia berikan saat aku ulang tahun, bulan lalu.

"ini." Aku meminjamkan gitar ku dan aku kembali merbahkan badan ku di tempat tidur. Calum duduk di lantai dengan memegang gitar itu.

Dia pun mulai menyanyi.

You make it sound so sweet.

When you lie to me.

Make it sound so sweet.

When you lie to me.

Aku memerhatikan nya saat ia memain kan gitar, suaranya bagus. Sayang nya ia hanya sahabat ku, tidak lebih. Sangat menyedihkan, bukan?

"jangan menatap ku seperti itu." calum menggoda ku.

"aku tidak menatap mu, kau terlalu percaya diri." Aku tak tau harus berbuat apa.

"aku tau aku memang tampan dan suara ku bagus, tetapi kau tak usah berlebihan menatap ku." calum pun tertawa dengan rasa percaya diri nya.

"kau menjijik kan bodoh." Ucap ku agar dia tidak mengetahui yang sebenarnya.

"baiklah, mungkin sekarang kau belum bisa mengakui nya, lihat saja nanti." Ucap nya, ia tetap tertawa


Dia sahabat ku, dan aku mencintainya. Jika persahabatan ini rusak karena perasaan ini, salah kan aku. Aku yang salah kenapa aku mencintai nya.



Stuck. [ch]Where stories live. Discover now