You think ya real cool?
Boy, you ain't coller than me, Nah!
~YOU THINK~
"Ahhh~ Oppa! Hentikan! Geli Oppa!"
Sepasang mata onix yang tengah bersembunyi di balik dinding, menjadi saksi bisu adegan romantis yang sedang berlangsung di koridor sebuah kampus yang menjadi tempatnya menuntut ilmu selama lima tahun terakhir. Mata itu tampak memerah menahan amarah. Dua orang yang sangat berharga dalam kehidupannya, mengkhianatinya dengan saling bercumbu mesra tanpa memikirkan perasaannya. Cho Kyuhyun yang merupakan kekasih yang telah dikencaninya selama setahun terakhir, dan Sera yang merupakan mantan sahabat sekaligus saudara yang selalu menjadi tempat bersandarnya di kala gundah.
Sungguh, pengkhianatan tersebut sangat menyakitkan, mengingat ini bukan pertama kalinya kedua orang tersebut melakukannya. Hampir ratusan kali, dan bodoh untuknya karena dengan mudah memaafkan pengkhianatan tersebut. Kali ini, apakah ia masih bisa diam dan mengalah?
¤
¤
¤
Kyuhyun menutup buku yang baru dibacanya sejak beberapa menit yang lalu, ketika seorang gadis cantik menghampirinya dengan senyum merekah. Kaki panjangnya menarik kursi yang berada 'tak jauh darinya untuk ia dekatkan pada kursi tempatnya duduk. 'Tak menunggu waktu lama, kini gadis tersebut sudah duduk manis, mengisi kursi kosong yang sudah disediakan.
"Kau lama sekali," keluh Kyuhyun, memajukan wajahnya untuk mencuri ciuman singkat di bibir plum gadis tersebut. "Aku merindukanmu. Ke mana saja kau hari ini? Aku mencarimu di kampus tapi aku 'tak menemukanmu."
"Aku sedang ada urusan penting, jadi aku kabur saat jam mata kuliah pertama," terang gadis tersebut sambil mendudukkan diri dengan melipat kedua kaki jenjangnya. "Benar, kau merindukanku?"
"Tentu. Apa kau meragukanku, Minhyo-ya?"
Gadis bernama Minhyo itu mengulas senyum tipis, sebelum akhirnya senyum manis tersebut berubah menjadi seringaian 'tak bersahabat. Merasa 'tak ada gunanya berbasa basi dengan Kyuhyun, Minhyo memilih masuk ke dalam inti permasalahan yang menjadi alasannya mengajak Kyuhyun bertemu di Perpustakaan Kota saat ini. Walaupun Minhyo sangat merindukan Kyuhyun, namun amarah dalam dirinya 'tak bisa dibandingkan dengan apa pun juga. Amarah karena pengkhianatan yang sudah ia terima berkali-kali, yang kini telah melumpuhkan hatinya.
"Kau melakukannya lagi, Kyu!"
"Maksudmu?" Kyuhyun balik bertanya karena 'tak begitu mengerti dengan arah pembicaraan yang dibawa Minhyo, sang kekasih.
Minhyo menyeringai sinis. "Aku melihat kau dan Sera berciuman di koridor, dekat ruang rektorat. Lagi dan lagi kalian melakukannya. Bukankah kalian sudah berjanji akan mengakhiri perselingkuhan yang kalian lakukan selama ini? Tapi kenyataannya, kalian masih saja melakukannya," terangnya hingga membuat Kyuhyun terkejut. "Tentu kalian tahu, seberapa besar kalian menyakitiku, aku akan memaafkan kalian pada akhirnya. Tapi sekarang, aku sudah bosan untuk memaafkan. Jadi, kau tebak saja kelanjutan hubungan kita setelah ini. Semoga kau bahagia dengannya. Aku pergi."
Kyuhyun membeku, bahkan sekadar menggerakkan kedua kakinya guna mengejar Minhyo yang sudah pergi meninggalkannya, ia 'tak mampu. Hanya bibirnya saja yang mampu bersua untuk mendengungkan sesuatu yang menjadi sugesti untuk pikirannya sendiri, jika ini tidaklah nyata. Minhyo 'tak mungkin memutuskannya meski kesalahan yang sudah dilakukannya 'tak pantas lagi untuk dimaafkan.
Jujur, memang ia menduakan cinta Minhyo, tapi bukan berarti ia 'tak lagi mencintai Minhyo. Cintanya pada Minhyo masih sama seperti dulu, sangat besar. Hatinya sudah ia serahkan sepenuhnya pada gadis tersebut. 'Tak ada alasan untuknya melepaskan Minhyo, apa pun yang terjadi. Minhyo tetap miliknya, sampai kapan pun. Minhyo akan tetap menjadi miliknya, calon istri sekaligus ibu dari anak-anaknya kelak.
¤
¤
¤
{ Keluarlah! Aku ada di depan rumahmu. Aku benar-benar merindukanmu. } From : Kyu
YOU ARE READING
YOU THINK
Short StoryKisah seorang gadis yang memendam sakit hati teramat dalam kepada kekasih yang selalu menyakitinya. Hingga ia pun dihadapkan pada dua pilihan, mempertahankan, atau melepaskan. Cho Kyuhyun - Anh Minhyo
