....
Hai, namaku Glenn aku anak ke 3 dari 4 bersaudara. Aku akan membagikan sedikit kisah tentangku. Diawali dengan bel pelajaran usai, berdering begitu nyaring. Memekakkan telinga seluruh penghuni kelas. Aku mulai mengemasi ilmuku yang masih berserakkan di meja, dan terhenti ketika ketua kelas memberi aba-aba untuk berdoa. Senandungku dalam doa, bunyinya selalu sama
"Tuhan, cintailah dia yang mencintaiku ..."
Kemudian melanjutkan mengemas buku kedalam ransel hitam. Aku berharap agar ilmu ini dapat aku terapkan di rumah. Aku berjalan menuju tempat parkir, banyak sekali murid-murid berhamburan di sana. Inilah salah satu hal yang paling aku benci di sekolah, mencari sepedah kuning ber bel nyaring di antara sepedah kuning lainnya.
"Ayolah... aku sedang terburu-buru aku ada janji dengannya hari ini..." Umpat ku sambil mengelap keringat dari dahi.
Kemudian seseorang mendaratkan tanganya dibahuku yang begitu tegang karena terlalu lama mencari.
"Pasti sepedah..." ujar kawan sebangku ku yang tahu betul masalah rutinitas ini.
Ku anggukan kepalaku dengan rambut merah melebihi bahu dan tergerai saat itu. Tanpa melanjutkan percakapan lagi dia membantuku, berdua memang lebih baik akhirnya kami menemukan sepedah itu. Gestur ku tampak sangat terburu-buru.
"Glenn..." kata kawanku itu dengan hela napas tenang namun maha dahsyat kini semua kegelisahan yang aku tunjukan bagaikan terhirup dalam hela napasnya.
Ku singkap jacket yang selalu ku ikat di pinggang kemudian menaiki sepedah kuning berbel nyaring itu.
"Glenn kau akan datang kan ke latihan nanti?" pintanya.
Kemudian ku ikat rambut merahku yang tergerai.
"Maaf, aku tidak bisa dia menyuruhku untuk membeli buku"
"Buku? Buku apa?" tanya temanku sambil mengerutkan dahi.
"This I Love" jawabku singkat lalu meninggalkan kawan sebangku ku itu dalam keadaan bingung.
Ku hentikan si kuning berbel nyaring di depan toko buku. Biasanya kami kesini bersama. Dia hobi sekali mencari buku tua yang menjadi siluet dari masa depan dan ilmu yang semakin canggih. Ku telusuri satu persatu rak buku di toko buku itu. Sebuah toko buku yang sangat sederhana akan tetapi toko ini selalu menyediakan apa yang dia inginkan.
30 menit telah berlalu, waktu seolah meledekku. Mimik ku mulai menunjukan kepanikan
"Mana buku itu..." ku putuskan untuk bertanya kepada karyawan di sana.
"Apa stok buku ini masih ada?" kataku sambil menunjukan cover yang ku simpan dari internet. Kemudian pelayan itu pergi kebelakang, membiarkanku berkawan dengan penantian.
Ku buka contac pada handphone, mencari-cari contac namanya membuatku berputar-putar seperti mencari buku itu dalam setiap rak.
Seketika contacnya lenyap. Nalarku langsung mencuat pada sosok kakak keduaku Juan.
"Pasti dia yang menghapusnya...". Untungnya aku ingat betul nomor yang aku tuju, deretan nomor itu langsung ku ketik, dan menelponnya.
YOU ARE READING
This I love [Completed] ✔️
Short Story"...dia bilang seseorang akan selalu dikenang karena komitmenya..."-Glenn Abberline
![This I love [Completed] ✔️](https://img.wattpad.com/cover/57963703-64-k75937.jpg)