PROLOG

11.7K 338 8
                                    

[on remake]
Pria itu berjalan lurus, membelah sunyi ruangan lapang sebuah gereja. Dengan jubah hitam beludru menutupi kemeja dengan warna senadanya. Jubah itu berat dengan bulir air hujan yang tidak menyerap lalu jatuh membasahi latai pualam. Kaca patri membiaskan cahaya temaram warna-warni sambil menyambutnya. Pria itu berhenti melangkah, tepat menghadap salib. "Tuhan, tidak kah kau lelah mengatur takdirku?, kali ini biarkan aku sendiri yang melakukannya"

My SenatorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang