Hinata POV
Hari ini Sasuke mengatakan kepadaku tidak dapat pulang bersama karena dia harus mengerjakan tugas kelompoknya dulu. Aku mengatakan ingin menunggunya, hanya saja dia menyuruhku langsung pulang dan jangan menunggunya karena dia berpikir aku akan bosan.
Karena itulah sekarang aku berada di dalam mobil bersama Neji-nii yang daritadi hanya terdiam dan melihat keluar jendela.
"Jadi, ada apa dengan kau dan sasuke?"tanya Neji-nii tiba-tiba yang membangunkanku dari lamunanku.
"Eh,k-kenapa? Tidak ada apa-apa kok, dia hanya sedang ada tugas kelompok, jadi dia menyuruhku untuk pulang duluan. Itu saja."jelasku kepada Neji-nii yang menatapku dengan curiga.
Setelah memaatikan jika aku tidak berbohong dia menganggukkan kepalanya, "Sasuke orang yang baik, tapi hati-hati aku memiliki perasaan yang tidak enak. Bukan tentang Sasuke, tapi karena Naruto. Aku memergokinya menatapmu dan Sasuke dengan cemburu"
Entah apa maksud dari Neji-nii dengan membgatakan hal ini, hanya saja aku merasakan perasaan dingin yang menjalar naik.
"J-jadi maksudmu Naruto-kun suka denganku?"
Neji-nii tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya.
End hinata POV
Sesampainya dirumah Hinata segera masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan badannya di atas tempat tidurnya.
Dia memikirkan percakapannya dengan Neji-nii. Dia merasa tidak mungkin Naruto suka dengannya. Lagipula dia juga sudah tidak ada rasa dengan Naruto.
Tapi Hinata merasa jika perkataan Neji-nii adalah peringatan untuknya ketika sedang bersama dengan Naruto.
Hinata menggulingkan badannya di atas kasur sambil mengacak-acak rambutnya pusing.
"Aaarrrgghh. Ada apa dengan semua inii??!" Geram Hinata.
....... .......... ........ ....... ..... .... ...
Keesokan harinya Hinata datang ke sekolah tanpa ditemani oleh Sasuke, bahkan Sasuke tidak menghubunginya dari kemarin.
Hinata takut jika yang disakiti Naruto bukanlah dirinya, tapi Sasuke.
Di sekolah Hinata menunggu Sasuke bahkan sampai bel pun Sasuke yidak muncul juga di sekolah.
Pada jam istirahat Hinata beberapa kali mencoba menghubungi Sasuke, tapi nomor yang dia tuju sedang berada di luar jangkauan. Perasaan Hinata semakin campur aduk. Beberapa temannya seperti Kiba mencoba berbicara kepada Hinata, tetapi sepertinya Hinata sedang berada di dalam dunianya sendiri.
Saat pulang sekolah Hinata langsyng menyuruh supirnya untuk membawanya ke rumah Sasuke, tanpa bertanya sypirnya langsung melahu ke rumah Sasuke.
Sesampainya disana, Hinata meloncat turun dari mobilnya dan langsung berlari ke pagar dan memencet bel rumah Sasuke.
Tak berapa lama muncul Itachi dengan muka yang lesu.
"Itachi-nii, apakah ada Sasuke-kun didalam?" Tanya Hinata.
"Sasuke? Dia ada di dalam, tapi keadaannya sedang tidak baik" kata itachi dengan lesu.
"Bolehkah aku bertemu dengannya Itachi-nii? Aku mohon" kata Hinata dengan wajah memelas.
Mau tidak mau Itachi pun membiarkan Hinata masuk ke dalam rumah. Hinata langsung berlari menuju ke kamar Sasuke yang dikunci dari dalam.
"Sasuke-kun kau ada di dalam?" Tanya Hinata
"Pergi Hinata! Untuk apa kau kesini!" Teriak Sasuke yang membuat hinata ingin menangis.
"A-ada apa denganmu Sasuke? Kau kenapa?" Ucap hinata lirih
Tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar dan Hinata ditarik kedalamnya lalu dilemparkannya Hinata ke atas tempat tidur.
Hinata membalikkan badannya dan melihat Sasuke dengan wajah yang babak belur, di badannya pun terdapat lebam.
Tanpa sadar hinata menangis dan memeluk Sasuke yang mengagetkan Sasuke,"kau kenapa tidak mengatakannya kepadaku? Kenapa kau malah mematikan teleponmu?! Apa kau tidak berpikir jika aku sangat menghawatirkanmu?!! Hiks"
Sasuke hanya terdiam kaku sedangkan Hinata menangis dan memeluknya. Sasuke melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Hinata dan menaruh wajahnya di puncak kepala Hinata.
"Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir pada awalnya. Tapi yang kulakukan sepertinya malah membuatnya semakin parah" ucap Sasuke lalu mengecup kening Hinata.
"Baguslah jika kau mengetahuinya! Hiks hiks.. hampir saja aku ingin menghampiri Naruto dan menanyakan tentangmu" hinata pun memberanikan diri menatap sasuke dan melihat ada kilatan amarah dimatanya.
"Hinata dengar, jauhi Naruto. Jika dia berada di dekatmu, cari kiba atau yang lainnya. Jangan sampai dia membawamu. Kau mengerti?"
Hinata menganggukkan kepalanya dan mencium pipi sasuke, "yang penting sekarang aku harus merawat luka-lukamu ini. Dan sehabis itu baru kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi"
Hinata mengobati luka-luka sasuke tanpa ada yang terlewat satupun lalu duduk di atas tempat tidur Sasuke.
"Jadi ceritakan suke"
Sasuke mengangguk dan memulai ceritanya.
Flashback
Setelah kerja kelompoknya telah selesai, Sasuke berjalan ke mobilnya dan melihat Naruto yang masih berada di situ. Sasuke mendekati Naruto dan menyapanya seperti biasa. Tapi naruto hanya diam dan menataphya dengan dingin.
Tiba-tiba saja muncul 2 orang lagi di belakang Sasuke dan memeganggu kedua tangannya.
"Hoi dobe apa-apaan ini! Becandamu sangat tidak lucu!" Teriak sasuke.
Naruto tersenyum sinis yang tidak pernah dilihat oleh sasuke,"siapa yang bercanda? Kau berani-beraninya memacari hinata dasar bajingan!"
Kepalan tangan naruto mendarat di perut Sasuke, belum sempat sasuke sempat bertanya lagi naruto langsung memukulinya secara bertubi-tubi dan tidak membiarkan sasuke sempat untuk berbicara.
Setelah puas naruro melepaskannya dan mengatakan jika hinata hanyalah miliknya seorang.
End flashback
Muka hinata berubah menjadi takut. Tiba-tiba saja dia merasakan sangat kedinginan.
"Ada apa dengan dia? " tanya hinata
Sasuke mengangkat kedua bahunya," sepertinya dia tidak suka karena aku yang mendapatkanmu bukannya dia"
"Tapi kan aku memang sudah tidak suka dengan dia! Lagipula kesalahan dia yang membuatku tidak suka dengannya lagi. Sekarang aku bahagia dan dia mengangguku!"
Hinata merasa sangat frustasi, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi naruto, apalagi naruto yang saat ini tidak seperti baruto yang aemua orang kenal, sia berubah menjadi seseorang yang sangat berbeda.
"Sekarang kita jalani saja seperti biasa,dan jangan harap kalau kau bisa hilang dari pengawasanku hime" goda sasuke untuk mencairkan suasana.
"Dasar, bisa-bisa nya kau bercanda disaat seperti ini pamtat ayam" goda hinata balik.
Sasuke pun tersenyum dan memeluk hinata,"sampai kapanpun kau tidak akan pernah kulepaskan. Tidak ada yang dapat memisahkan kita"
"Yah dan tiba-tiba saja sang raja es menjadi hangat karena cinta" goda hinata dan mendapatkan cubitan di kedua pipinya.
Akhirnya hinata dan sasuke kembali seperi biasanya. Walaupun masih ada ketegangan hinata dan sasuke tetap menguatkan perasaan mereka agar cobaan yang sedang mereka hadapi saat ini dapat mereka lewati dengan baik.
YOU ARE READING
My Life
Fanfictionhyuuga hinata. bukan seorang yang kita kenal dengan sifat pemalunya. dia terkenal karena sifat dinginnya. padahal dulu dia sangat manis dan baik. apa yang merubahnya?
