-Jungkook-
Aku berjalan di sebuah hutan dan aku terus berjalan hingga aku sampai ke sebuah danau ditengah hutan itu. Danau itu begitu jernih, saat kau melihatnya pun kau bisa melihat dasar danau itu. Aku pun berjalan mendekati danau itu, lalu aku pun duduk dan memasukkan kakiku ke dalam air danau itu. 'Sejuk sekali air ini' begitulah pikiran ku setelah memasukkan kakiku kedalam danau itu. Damai, hanya dengan kata itu aku bisa mendeskripsikan suasana ditempat ini. Cuaca yang cerah, kicau burung, dan semua yang ada disini membuat ku merasa sangat tenang. Aku pun memejamkan mataku untuk menikmati suasana ini. Tak lama kemudian, aku mendengar suara riak air, tetapi tidak begitu kencang, aku pun langsung membuka mata untuk melihat darimana sumber suara itu. Aku pun melihat seseorang sedang mendayung perahu ditengah danau. Sosok itu pun kembali menatapku dan berhenti mendayung perahunya. Aku pun memicingkan mataku agar aku dapat melihat orang itu lebih jelas lagi. Dan saat aku melakukan itu, orang itu tersenyum kepadaku dan mengucapkan sesuatu "Sampai .....".
KRRRIIINNNGGGG KRRRRIIINNGGG KRRRIINNGGG
"Woah!!", aku pun melihat sekelilingku dan mematikan alarm yang telah membangunkanku. "Mimpi? Sungguh mimpi yang sangat aneh...".
Perkenalkan, namaku Jeon Jungkook, dan hari ini adalah hari yang cukup mendebarkan untukku, kenapa? Karena hari ini adalah hari kelulusanku dari SK Middle School, dan aku sungguh tidak sabar untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Pasti sangat seru bukan? Bertemu teman baru, merasakan suasana baru dan lainnya, aku sungguh tidak sabar.
"Eomma, ayo kita pergi!!" Kataku sambil tersenyum lebar kepada ibuku. "Okay, okay, ayo kita pergi~ It's you big day sweetie we're not gonna miss it right?" Ibuku pun tersenyum sambil mengucapkan semua kata-kata itu. Kami pun masuk kedalam mobil dan langsung menuju ke sekolahku.
Sepanjang perjalanan ibuku tidak mengucapkan sepatah kata pun, hal itu membuatku sedikit gugup. Saat aku melihat wajah ibuku, dia seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting.
"Eomma, ada apa?" aku pun memberanikan diri untuk bertanya kepada ibuku.
"Ahh? tidak ada apa-apa kookie... Aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang tidak penting ahahaha", aku pun tahu ada yang tidak beres, tetapi aku memutuskan untuk mengabaikan hal itu.
Akhirnya, kami pun sampai dan aku mengikuti acara kelulusan itu dengan penuh rasa yang tak bisa ku jelaskan dengan kata-kata. Perasaanku saat ini sangat aneh, aku gelisah, senang, takut, bingung dan perasaan-perasaan lainnya yang bercampur menjadi satu. Setelah beberapa saat akupun selesai megikuti acara kelulusan ini, dan untungnya aku lulus dengan hasil yang memuaskan. Tapi entahlah, tiba-tiba aku merasa ingin segara pulang.
Perasaan untuk merayakan semua ini sudah lenyap begitu saja entah kenapa.
"Eomma, ayo kita pulang, aku merasa tidak enak...", setelah berkata seperti itu kepada ibuku, aku pun segeraa meninggalkannya dan berjalan mendahuluinya ke mobil.
Saat perjalanan pulang pun ibuku tidak mengatakan apapun dan dari raut wajahnya aku tau bahwa ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan dan ia pikirkan saat ini. Tetapi, aku tidak akan menanyakannya, lebih baik jika dia memberitahuku setelah dia siap bukan?
Setelah sampai dirumah, aku pun memutuskan untuk langsung naik keatas menuju kamarku. "Kookie... Ada yang harus eomma bicarakan...", setelah mengatakan itu ibuku pun langsung menuju kearah ruang tamu dan duduk disebuah sofa dan menungguku. Aku pun bergegas menghampirinya, dan duduk di sofa tepat didepan ibuku. "Ada apa eomma? Apa yang ingin eomma bicarakan?"
"Eomma minta maaf, tapi sepertinya kau tidak akan lanjut ke SK Art School kookie... Ada sesuatu yang harus kau ketahui, mungkin memang ini bukan waktu yang tepat, tapi eomma harus segera memberi tahumu agar kau sudah siap saat waktunya tiba."
"Apa maksud eomma??? Aku tidak mengerti...", aku pun bingung mendengar perkataan ibuku yang sangat tidak jelas itu.
"Kita bukan orang biasa kookie... We have superpower... Magic...", aku tercengang mendengar hal itu.
"Baiklah, kurasa akan lebih baik kalau aku menunjukkannya langsung daripada berbicara hal yang pasti menurutmu tidak masuk akal bukan?" ibuku pun mematikan seluruh lampu dirumah dan menutup semua gorden jendela dengan hanya satu jentikkan jari, lalu tidak lama aku melihat ada api melayang diatas telapak tangan ibuku.
"A-apa itu??" tanyaku.
"Ssssstttt, watch this...", entah apa yang ibuku lakukan tetapi api yang tadi hanya ada di telapak tangan ibuku kini menyebar dan mengelilingi aku dan ibuku.
"You can do this too sweetie... tetapi kau harus belajar untuk mengendalikannya, dan karena itulah kau tidak akan melanjutkan ke SK Art School... Eomma akan mengirimmu ke Big Hit of Magic School... Disitu kau akan belajar mengendalikan apa yang kau punya selama ini, dan kau akan bertemu dengan orang-orang yang sama sepertimu... Isn't it fun?", aku tidak tau harus berkata apa, aku hanya tercengang mendengarkan semua hal yang ibuku katakan.
"Tapi ini tidak masuk akal eomma... Dan kenapa sekarang? kenapa kalian tidak memberi tahuku dari awal."
"Kookie, coba kau ingat-ingat, kau selalu punya feeling yang benar bukan? Dan seingatku, kau tidak pernah jatuh sakit seperti anak-anak yang lainnya.... Apa itu tidak aneh menurutmu? Dan kenapa aku baru memberi tahu semua ini padamu sekarang, karena inilah saat yang tepat, dan jika kami menundanya lebih lama lagi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi.... Please, kookie... kami punya alasan..."
"Baiklah, tidak ada salahnya mencoba bukan?", aku pun tersenyum, mungkin ini akan menjadi hal yang lebih baik lagi.
Aku hanya tidak percaya kalau semua ini nyata, magic? Apakah semua yang aku tonton di film-film selama ini juga nyata? Aku tidak bisa memikirkannya lagi.
"Appa sudah pergi kesana untuk mengurus semuanya kookie, and.... you know what? Disana kau akan dapat kamarmu sendiri~ Ahahaha aku tidak percaya hari ini telah tiba... Kookie ku akan menjalani hidupnya sendiri~"
Setelah itu, ibuku hanya mengoceh tentang hal-hal yang tidak jelas dan jujur aku tidak begitu mendengarkannya. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri. Apa yang akan terjadi setelah ini?
Hari demi hari pun berlalu dengan cepat, masa liburanku yang cukup panjang ini akan segera berakhir dan aku akan segera menuju tempat yang akan sangat berbeda dengan apa yang telah kujalani selama hidupku sampai sekarang.
Ayah dan Ibuku telah mengajariku beberapa magic dan spelll yang bisa kugunakan nanti, mereka tidak mengatakan untuk apa itu semua yang pasti mereka hanya mengatakan bahwa aku akan segera mengetahuinya dan aku akan sangat membutuhkannya disana nanti.
Jujur, aku masih tidak percaya dengan semua ini, aku tidak percaya aku bisa menggunakan magic dan hal-hal lainnya.
Akhirnya, hari ini pun sampai, inilah saatnya aku benar-benar meninggalkan lingkungan dimana aku besar dan menuju ke kehidupan baru yang telah menungguku.
"Remember kookie, concentrate and practice makes better" hanya itu yang ayahku katakan kepadaku. "Goodbye kookie, we're gonna miss you", ibuku pun mencium pipiku dan memelukku setelah mengatakn itu.
"Okay, eomma dan appa harus pergi atau bus itu tidak akan muncul ahaha~ Good luck kookie, kami akan menghubungimu lagi~", setelah mengatakan itu ibu dan ayahku pun meninggalkanku di tepi jalan yang entah dimana, dan jalanan ini sangat sepi.
Ibuku bilang kalau aku harus menunggu disini, bus itu akan muncul setelah melihat seragam yang aku kenakan ini.
Sekitar 5 menit kemudian bus itu pun berhenti tepat didepanku, saat pintu itu terbuka supir bus pun mengatakan "Big Hit MS", aku pun bergegas naik dan membawa barang-barangku. Aku memilih tempat duduk dibelakang dan aku duduk tepat disamping jendela agar aku bisa melihat pemandangan.
Bus pun kembali berjalan, tak lama berjalan bus pun kembali berhenti dan aku melihat seseorang naik ke bus, dan wajah orang itu sangat familiar, sepertinya aku pernah melihatnya. Dia pun melihat kearahku juga dan ia tersenyum.
DEG!
Dia.... dia orang yang ada di mimpiku waktu itu.
YOU ARE READING
Piercing the Limit
FanfictionAku tidak pernah membayangkan semua ini, kenyataan bahwa aku bukanlah orang biasa membebani pikaranku. Semua yang kubayangkan tidak akan pernah menjadi kenyataan. Aku tidak pernah mengira bahwa mereka bisa menyembunyikan ini semua begitu lama. Fakta...
