***
2010
"Alex, kau marah denganku?" tanya Ell saat memasuki Apartemen Alex.
"Tidak" ucap Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
"Lelah sekali sekolahku hari ini" ucap Ell sambil merenggangkan badannya disofa.
"Istirahatlah dirumahmu, aku sedang belajar untuk meneruskan perusahaan ayahku" ucap Alex.
"Kau marah.."
"Tidak"
"Ya, kau marah"
"Sudahku bilang--"
"Kau tidak percaya denganku? Ah, aku tahu Xia sangat berharga bagimu, kau jatuh cinta dengan sahabatmu sendiri bukan?"
"Ell, hentikan" ucap Alex sambil menatap Ell dengan mata tajamnya.
"Kau tidak percaya denganku. Padahal aku selalu bersamamu selama ini" ucap Ell tidak percaya dengan raut wajah Alex yang tiba-tiba berubah menyesal.
"Ell, aku percaya padamu, hanya saja--"
"Aku tidak pernah menggoda Leo seperti yang semua orang bilang. Ku fikir kau tidak bodoh seperti Xia yang mempercayai hal itu. Kau fikir aku sepicik itu merebut kekasih sahabatku sendiri?" Ell memandang Alex dengan air mata yang tertahan dimatanya. Cukup sudah, Ell sudah muak dengan hidupnya. Selama hidupnya hanya Alex dan bunda Rinjani yang ia percayai, hanya mereka. Setelah berpisah lama dengan saudara kembarnya dan orang tuanya, apalagi ini? Hidupnya tidak pernah sesuai apa yang ia mau. seakan hidupnya tidak pernah berpihak kepada kebahagiaannya.
"Maafkan aku" ucap Alex sambil menarik Ell kedalam pelukannya.
"Aku pergi dulu" ucap Ell sambil menahan air matanya.
"Akan aku antar"
"Tidak perlu, aku hanya ingin sendiri" ucap Ell mencoba tersenyum.
***
2016
"Hai" ucap Mawar saat memasuki ruang inap Aldo sambil menggandeng tangan kecil Revan.
Elly menaikkan alisnya sebelah sambil memandang Mawar heran.
"Hey, little boy, kemari" panggil Aldo.
Revan memandang Mawar sesaat menunggu persetujuan, lalu Mawar menangguk dan melepaskan pegangan tangannya. Setelah itu Revan langsung berlari kearah ranjang Aldo. Revan mencoba naik keranjang Aldo dengan susah payah, membuat Aldo sedikit tertawa.
"Mari ku bantu" ucap Elly sambil menggendong Revan dan diturunkan di atas ranjang Aldo.
"Siapa namamu?" tanya Aldo sambil memberi Revan sepotong apel yang baru saja di potong Elly.
"Revan" jawabnya sambil tersenyum dan mengambil apel ditangan Aldo.
"Good boy" Aldo mengusap kepala Revan gemas.
"Bisa kau jelaskan?" tanya Elly kepada Mawar.
"Tentu," Mawar melihat kearah Revan dan Aldo yang sedang tertawa bersama.
"Aku mengenalnya tepat sebelum kecelakaan Aldo, ia tersesat, dan aku mengembalikannya ke Ayahnya, lalu kami bertemu kembali didepan rumah sakit. Ternyata Ayahnya dokter disini, dan ia nenitipkan Revan padaku karena ia mempunyai sedikit urusan, selesai" jelas Mawar panjang lebar.
"Baiklah. Kalau begitu aku kekantin dulu, lapar" ucap Elly sambil menatap Aldo yang sepertinya akan baik-baik saja.
"Kau ingin makan apa?" tanya Mawar sambil mengecek suhu tubuh Elly yang masih sedikit hangat. "Kau masih sedikit demam" ucapnya lagi.
"Bubur, mungkin" jawab Elly.
"Kau tunggu disini, selama aku disini kau bisa istirahat disofa, dan tidurlah untuk beberapa jam. Aku akan membelikanmu makanan dan membawakan beberapa obat penurun demam" ucap Mawar panjang lebar tanpa jeda.
Elly tersenyum, lalu mengangguk. Langsung mengambil posisi untuk tidur di sofa yang Mawar maksud.
"Aku pergi dulu, kau bisa jaga Revan untukku?" tanya Mawar pada Aldo yang kini asik bermain ponselnua dengan Revan.
"Tentu" ucap Aldo sambil mendekap Revan lebih dekat.
Mawar tersenyum dan mengusap kepala Revan hingga akhirnya keluar dari kamar inap Aldo.
"Uncle" panggil Revan.
"Ya?"
"Apa kau adalah pacar Aunty Mawar?" tanya Revan sambil menatap Aldo penuh arti.
"Kau ini masih kecil, mengapa bertanya seperti itu hm?" tanya Aldo gemas.
"Nope, aku hanya ingin Aunty Mawar menjadi Mommy ku" ucap Revan sambil tersenyum masam.
"Hey, tidak bisa. Aunty Mawar sudah memiliki pasangannya" ucap Aldo mencubit pipi Revan dengan gemas.
"Who?" tanya Revan.
"Tentu saja bukan aku" jawab Aldo.
"I wanna meet him" ucap Revan dengan wajah yang makin memelas.
"Kenapa kau begitu sedih? Hey lihat ini" ucap Aldp sambil membuka galery foto di ponselnya dan memerlihatkan foto Mawar, Elly, Cath dan dirinya disana.
"Ini, namanya Aunty Cath, tidak kalah cantik dengan Aunty Mawar, dan Aunty Elly yang sedang tidur disana. Kau boleh menjadikannya Mommy mu" ucap Aldo sambil terkekeh.
"Mengapa harus dia?" tanya Revan bingung.
"Kau tahu little boy, karena Aunty Mawar sudah memiliki pasangan, serta Aunty Elly adalah milikku" ucap Aldo sambil melihat kearah Elly yang sepertinya sudah tertidur lelap.
***
YOU ARE READING
[1] Mawar
RomanceIndonesia, 2015 BEBERAPA PART DALAM CERITA DIPRIVITE, USAHAKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU. (DEWASA) "What if we never met? If I never met you, I wouldn't know I was capable of loving like this. But, if we never met, I probably wouldn't be broken." -Ma...
![[1] Mawar](https://img.wattpad.com/cover/39469372-64-k646533.jpg)