Part 2

141 9 1
                                        

*Sesampainya dirumah*

Sesampainya dirumah aku langsung berlari menuju kamar lalu meletakan tasku di sofa warna cream-ku dan menghempaskan badanku di kasur. Ini hari yang cukup melelahkan bagiku, tapi sangat menyenangkan juga, aku dapat teman baru. 

Tiba-tiba saja ponselku berbunyi aku langsung mengambil ponselku dari saku seragamku. "Apaan nih, ada pesan" 

Kubuka pesan itu hanya berisi "Hai"

"Nomer siapa sih ini, gajelas udah ah bodo amat ga akan aku bales"gerutuku kesal. Aku langsung mandi setelah itu makan dan tidur. Karena aku sangat lelah dan untunglah tidak ada tugas.

Keesokan harinya ketika aku membuka hp ku ternyata ada 1 pesan yang belum terbaca. Akupun membuka dan membacanya

"Hati-hati saja kau besok di sekolah :)"

Kira-kira begitu lah isinya, aku bingung dan sedikit takut, namun aku hanya berpikir bahwa ini hanya kerjaan teman-teman iseng saja. Aku enjoy lalu berangkat sekolah.


*Sesampainya di kelas*

"AAAAAAA KENDY KUUUUU" teriak Shofi dari dalam sembari berlari kecil mendekatiku dan memeluku. 

"Apaan sih kamu Shof, kaya anak kecil aja deh. Eh aku kasih tau sesuatu nih, ayo duduk" kita berdua langsung menuju bangku kita, lalu aku menunjukan sebuah pesan dari anonymous yang aku terima tadi pagi. 

"Kira-kira ini dari siapa dan maskud dia apa ya Shof? Apa kamu tau?" tanyaku 

"Aduh Kend, aku gatau, aku penasaran banget siapa sih ini. Aku khawatir"

"Serius kamu gatau?'

"Engga Kend"

"Aduh aku takut, aku kira ini kerjaan anak dikelas"

"Logikanya aja Kend, kita anak baru, kita belum sempat untuk bertukar nomor hp kemarin. Mereka dapet nomor kamu dari siapa dong?"

"Iya sih, tapi gamungkin jika ini Bella, atau siapapun itu. Mereka setiap mengganti nomor hp pasti bilang dulu sama aku"

"Pokoknya kita harus cari tau, aku ga mau sampai terjadi apa-apa sama kamu. Ayo kita cari bersama"

"Menurutku kita santai dulu aja deh, bisa aja ini nomor nyasar? Pokoknya kita positif thinking dulu sampai nanti pulang sekolah. Jika tidak terjadi apapun kepadaku itu tandanya masih aman, jika sampai terjadi sesuatu, kita harus cari tau"

"Iya ide bagus!"

Justin lewat sebelahku sambil menatapku sinis, aku langsung membuang muka ku, entah kenapa aku sangat malas jika melihat wajahnya. Begitu mengesalkan.

Saat istirahatpun tiba...

"Kend, kantin yuk"

"Ga ah, ga mood"

"Ayolaaahh"

"Okeoke"

Sreeettt..  Shofi pun menarik tanganku menuju kantin.

Setelah Shofi selesai makan kita pun berjalan-jalan sebentar di area sekolahku ini, sekolah yang sangat luas. Sehari tidak akan selesai mengitari sekolah ini.

"Oh iya. Kok tumben kamu ga makan?" tanya shofi secara tiba-tiba

"Gatau nih, lagi ga mood aja"

"Ah kamu, enjoy aja lagi. Dibikin seru tar juga mood nya baikan hehehe"

"Hahaha iya"

Ketika aku dan Shofi sedang berjalan, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang tak begitu jelas wajahnya karena mengenakan snapback dan jaket hitam yang benar-benar menutupi wajahnya dengan jalan terlihat sangat terburu-buru berlawanan arah denganku dan ia menumpahkan minuman yang di bawanya ke seragamku.

"Astagaaa!!" aku terkejut dan laki-laki itu terlihat berlari dengan sangat kilat setelah ia menumpahkan minumannya 

"Ah pengecut!!!" 

"Astaga Kend, udah yuk kita ke toilet dulu, bersihin baju kamu, abis itu balik ke kelas. Dia cowo bener-bener ga tanggung jawab. Banci" kata Shofi menenangkanku dan ia pun menggandengku menuju toilet dan kelas. 

Aneh pintu kelas ketutup, gabiasanya, sepi banget gumamku dalam hati. Akupun membuka pintu dan BYYYUURRRRR... Air se ember tumpah tepat di kepalaku. 

"Sialan! Kerjaan siapa sih ini!!!" terdengar suara cekikian dan terlihat samar-samar wajah pelaku. Oh jadi ini pelakunya, mengenakan snapback dan jaket persis seperti lelaki yang menumpahkan minumannya di bajuku. Ya, dia Justin Bieber. 

Aku menghampirinya dan berteriak tepat di depan wajahnya "MAKSUD KAMU APA SIH? SALAH AKU KE KAMU APA?" dia hanya tertawa tak menghiraukan apa yang sudah aku katakan. Ya aku benar-benar jengkel kepadanya. Tak disadar aku meneteskan air mata, aku mengambil tasku dan pergi meninggalkan semua orang yang berada di kelas begitu saja, Shofi hanya terdiam dan panik sambil menenangkanku. Ia juga mengambil tasnya dan mengantarkan ku pulang, berhubung pak sopir sedang mengantar mama ke luar kota akupun pulang naik taksi bersama Shofi. 

"Kurang ajar banget sih Justin. Ganyangka aku, aku kira dia baik. Taunya dih, mengesalkan sekali" gerutu Shofi sepanjang jalan sehingga membuatku semakin kesal terhadap si berengsek Justin. Ternyata nomor itu adalah nomor Justin, ia mendapatkan nomorku dari mana ya? Entahlah. Aku harus menyelidiki ini lebih lanjut.

Sesampainya dirumah..

"Makasih ya Shof udah nemenin aku sampai dirumah"

"Iya Kend, aku pengen nginep di rumah kamu boleh? Mama papa aku lagi di luar kota, aku dirumah sendirian"

"Bolehlah, apasih yang engga buat kamu hahaha"

"Hahaha makasih ya, hanya malam ini saja kok, aku sudah ijin ke orang tuaku dan aku di ijinkan. Udah sana ganti mandi,ganti baju nanti sakit loh"

"Iya Shof, ayok naik"

Setelah aku dan Shofi selesai mandi dan berganti pakaian, kita meminum secangkir coklat panas sambil bercerita berbagai hal. Kita juga membahas tentang Justin. Akhirnya kita memutuskan untuk bersikap biasa saja seperti hal ini tidak pernah terjadi, jika aku di kerjai lagi olehnya aku dan Shofi hanya akan diam. Biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan, bukan berarti kita mengalah, namun kita bertindak seolah-olah apa yang dia lakukan tidak ada pengaruhnya bagi kita dan itu akan membuatnya lelah sendiri menurutku. Tepat jam 9 malam, aku dan Shofi pun tidur dengan nyenyak karena menurutku hari ini sangat melelahkan. Selain menguras tenaga juga menguras emosi.

To be continued...

You're My EverythingWhere stories live. Discover now