***
Hari masih cukup gelap bahkan matahari pun baru akan naik untuk memancarkan sinarnya tapi orang-orang itu sudah berlarian dan berbaris dilapangan sekolah. Masa orientasi sekolah adalah kegiatan yang menyenangkan juga menyebalkan disaat bersamaan. Di pagi buta kalian harus sudah datang ke sekolah dengan memakai atribut aneh yang terpasang ditubuhmu. Jika terlambat semenit saja maka kalian harus berjalan bebek sampai ke lapangan yang tentu sangat memalukan dan melelahkan. Tapi sebagai junior yang baru bergabung kalian tidak bisa menolak ataupun membantah para senior yang memperkenalkan dirinya sebagai OSIS.
Ini adalah hari keenam yang juga hari terakhir kegiatan yang disebut MOS itu. Akhirnya setelah ini mereka semua akan terbebas dari kegiatan yang memalukan ini, itulah yang dipikirkan para junior yang baru memasuki tahun pertama mereka. Setelah istirahat makan siang, mereka kembali dikumpulkan disebuah aula. Seseorang yang menyatakan diri sebagai ketua panitia berdiri dihadapan mereka dengan mic ditangannya. Dia mulai memberi intruksi agar setiap orang membuat sebuah surat cinta dan menyatakan perasaanya pada salah satu senior Osis disana. Tentu saja surat itu harus selesai hari ini dan menyerahkannya pada sang senior digerbang sekolah ketika waktu pulang tiba. Yang artinya tanpa surat cinta itu mereka tidak akan bisa meninggalkan sekolah. Itulah ancaman yang diberikan sang ketua panitia kepada para juniornya.
Seorang namja tampan yang duduk dibarisan belakang mulai mengomel dalam hatinya.
"Tugas macam apa ini? Surat cinta? Apakah mereka se-hopeless itu sampai membutuhkan pengakuan cinta dari para junior yang baru dikenalnya? Gila jangankan mengenal, aku bahkan tidak mengingat nama mereka", gerutunya panjang lebar.
Kyuhyun nama namja yang tadi menggerutu kini sedikit menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Siswa lainnya sudah mulai menulis sedangkan dirinya masih mencari setidaknya sebuah nama yang akan dia tulis disuratnya. Tapi sungguh menyebalkan karena para senior itu tidak memakai papan nama seperti dia dan junior lainnya.
"Yeye bantu aku membawa ini ke ruang guru", teriak seorang senior kepada seorang senior yang sedang duduk diluar aula.
Senior yang memakai jaket hitam itu menolehkan wajah pada teman yang memanggil namanya sehingga Kyuhyun bisa melihat side profile-nya dengan sekilas.
"Yeye, akhirnya aku mendapat sebuah nama", serunya dalam hati lalu dengan cepat aku menulis sebuah surat singkat untuk sang senior yang memiliki nama itu.
Ketika waktu pulang tiba Kyuhyun dengan santai berjalan ke menuju gerbang sekolah dengan sepucuk surat cinta ditangannya. Matanya melirik kesana kemari mencari keberadaan senior yang bernama Yeye itu. Ketika beberapa senior menggeser posisinya terlihatlah sang senior yang sedari tadi dicarinya berdiri ditengah kerumunan itu.
Tapi semakin dekat langkahnya pada sang senior Kyuhyun tiba-tiba merasakan ada sedikit keanehan. Jelas namja jenius itu ingat jaket hitam yang dipakai seniornya dan rambut yang dipotong lebih pendek dari para senior yeoja lainnya.
"Mengapa senior bernama Yeye itu memakai celana panjang bukan rok? Apakah dia salah orang atau dia salah memilih orang?" Pikirnya ragu.
Sekitar lima meter dari sang senior langkah kaki itu terhenti, Kyuhyun tiba-tiba mematung mendengar suara tawa seniornya.
"Damn, itu jelas suara tawa seorang namja. Jadi Yeye itu bukan yeoja melainkan namja? Yang artinya dirinya menulis surat cinta untuk sesama namja, shibal", rutuknya dalam hati.
Dengan cepat Kyuhyun membalikan tubuhnya untuk kembali ke aula tapi belum sempat ia melangkahkan kakinya tiba-tiba surat ditangannya diambil oleh salah satu senior yang berdiri disampingnya.
"Yeye?" Guman sang senior membaca nama yang tercantum dikertas itu
Kyuhyun hendak mengambil kembali surat itu tapi sang senior segera berteriak.
"Yesungie lihat ini surat untukmu!", serunya mengangkat surat itu tinggi-tinggi.
Yesung yang merasa namanya terpanggil segera mendatangi temannya, sedangkan Kyuhyun kini hanya diam menundukan wajahnya malu.
YOU ARE READING
Our Friendship
FanfictionMasa remaja memang sangat menyenangkan apalagi jika kita memiliki teman dengan pemikiran yang sama. Dan beruntungnya orang-orang itu dapat ditemukan di sekolah, sehingga setiap hari berangkat ke sekolah adalah sebuah kebahagiaan.
