Saat ini, kamu jatuh hati pada manusia versi terbaik yang pernah kamu bayangkan. Dia yang adalah dirinya sendiri apa adanya; dia yang berhasil membuatmu jatuh hati tanpa sengaja melalui hal-hal kecil; dia yang sekadar menjalani hidupnya, namun malah kamu yang jatuh cinta.
Pernah menaruh andai menjalani dunia ini bersamanya? Aku pernah.
Laki-laki yang tingginya melebihiku, laki-laki yang senyumnya semanis gula, laki-laki yang tidak banyak bicara tetapi lebih suka bertindak, laki-laki yang ringan tangannya untuk menolong orang lain, laki-laki yang tau akan banyak hal, serta laki-laki yang selalu memusatkan perhatiannya pada lawan bicaranya-dan aku menyukainya tanpa sengaja.
Sebagai orang yang menyukainya, aku kerap kali membayangkan menjalani hari-hariku bersamanya. Membayangkannya saja, sudah membuat senyum manis ini tidak pernah luntur dari wajah. Manusia mana yang tidak pernah membayangkan menjalani kehidupan bersama dengan orang yang dia sukai? Rasanya mustahil untuk ada.
Menyukai manusia tanpa sengaja itu membuat lelah. Melelahkan otak karena terus memikirkannya, melelahkan bibir karena selalu ikut tersenyum, terlebih melelahkan orang rumah karena menerka-nerka; mengapa orang pemalas seperti mu mendadak rajin membersihkan rumah tanpa disuruh?
"Udah kali senyumnya, kayak orang gila tau." terhitung dua jam setelah keluarga mereka kembali dari taman kota itu. Perempuan yang tadinya terlihat enggan menghadiri acara yang ada, mendadak senyum-senyum sendiri setelah pulang dari acara yang diadakan tadi.
"Apaan sih? Ga bisa banget lihat Kakaknya bahagia?" perempuan bernama Nala Danastri itu mendelik tajam ke arah si bungsu. Wajar saja marah, lamunan tentang Mas gantengnya itu buyar seketika.
Jadi, sampai mana tadi membayangkannya?
"Kan... Hilang sudah. Alah sampai mana sih tadi? Ganggu banget"
YOU ARE READING
Waktu-waktu Kita?
RomanceAku tak pandai merangkai beragam diksi untuk melukiskan istimewanya dirimu. Waktu-waktuku dalam menunggumu begitu indah. Isinya selalu dipenuhi tentang angan, bahwa rayuku berhasil menarik minatmu. Tak ada yang sia-sia. Aku menyukainya.
