1.

97 12 0
                                        




Hujan badai mengguyur langit Seoul malam itu, menelan kawasan elite UN Village di Hannam-dong dalam tirai air yang lebat. Jarum jam tangan Rolex Submariner di pergelangan tangan kiri Park Jimin berpendar dalam gelap, menunjukkan pukul 02:45 KST-waktu di mana hampir seluruh penghuni kota terlelap.
​Di dalam sebuah mansion mewah empat lantai beraliran arsitektur kontemporer, Jimin bergerak bagai bayangan. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri dengan waspada, tatapan elangnya memindai setiap sudut ruang kerja pribadi bergaya klasik di lantai tiga itu. Meski sistem keamanan pintar smart-home dan CCTV di rumah tangga konglomerat ini sudah ia retas dua jam yang lalu, insting bertahannya tidak pernah lengah.


​Ia kembali fokus pada brankas biometrik baja buatan Dometic yang pintu tebalnya sudah menganga. Dengan gerakan cepat dan terukur, tangan Jimin yang terbungkus sarung tangan kulit Nomex taktis berwarna hitam mulai meraup isinya. Ia memindahkan sepuluh keping emas logam mulia cetakan KOMSCO (Korea Minting and Security Printing Corporation) seberat 100 gram, lima gepok uang kertas pecahan 50.000 Won yang masih diikat pita bank, serta beberapa kotak beludru merah marun. Dari celah kotak yang terbuka, kilau kalung berlian Bvlgari dan jam tangan bertahtakan safir dari Cartier memantulkan cahaya remang.
​Semua harta bernilai miliaran Won itu ia susun rapi ke dalam tas duffel taktis Kriega berkapasitas 20 liter-tas ramping berbahan Cordura anti air yang selalu menjadi andalannya setiap kali beraksi.

​JDAAARRR!

​Kilat menyambar membelah langit malam, disusul suara guntur yang menggelegar hebat hingga membuat kaca jendela tebal dari lantai ke langit-langit bergetar. Kilatan cahaya putih kebiruan itu menerobos masuk ke dalam ruangan yang gelap gulita, mencetak siluet tubuh Jimin yang terbalut jaket windbreaker hitam dari Arc'teryx dan celana kargo gelap di atas dinding berlapis kayu mahoni. Pencahayaan sesaat itu membuat Jimin mempercepat aksinya, menarik ritsleting tas hingga tertutup rapat.
​Namun, di tengah deru hujan yang menghantam kaca...

​"Aaaarrggghhh!"

​Sebuah jeritan melengking yang memekakkan telinga bergema dari arah sayap barat mansion. Suara itu terdengar parau dan terputus tiba-tiba, seolah pita suara seseorang baru saja dikoyak paksa oleh benda tajam. Udara di dalam rumah itu seketika terasa semakin dingin dan pekat oleh aroma besi dan darah yang mulai menguar samar.
​Mendengar jeritan kematian itu, bahu Jimin tidak menegang sama sekali. Alih-alih panik, ia hanya menyeringai. Sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk senyum miring yang sinis dan mematikan di balik bayang-bayang ruangan.
​Tangan kanannya merogoh sarung di pahanya, menarik keluar senjata kesayangannya-sebuah pisau tempur Microtech Jagdkommando. Pisau dengan bilah putar tiga sisi bermaterial baja anti karat Damascus itu mengkilat kejam di tengah kegelapan. Senjata itu terkenal sangat tajam, memiliki struktur yang mampu menembus rompi kevlar dan merobek daging serta tulang hanya dengan satu putaran mematikan.


​Jari-jarinya dengan santai memutar-mutar gagang pisau itu dengan sangat ahli, menikmati simfoni jeritan dan suara hujan malam itu. Rencananya berjalan sempurna. Ia menyandangkan tali tas Kriega menyilang di dadanya, lalu melangkahkan sepatu bot Salomon Quest 4D miliknya dengan ringan. Jimin bertolak meninggalkan ruang kerja tersebut tanpa suara, melangkah masuk ke dalam kegelapan lorong mansion menuju sumber suara.

Jimin menjejakkan sepatu botnya di ambang pintu ruang kontrol keamanan mansion. Aroma tembaga dari darah segar langsung menguar tajam, bercampur dengan dinginnya udara AC yang masih menyala. Di hadapannya, tiga orang penjaga berpakaian safari hitam telah menjadi mayat.
​Satu tubuh terjerembap di atas meja konsol monitor CCTV dengan lubang peluru presisi di tengah dahi. Sementara itu, seorang penjaga lain tewas terikat di kursi baja; kepalanya terkulai dengan luka sayatan dalam yang menganga dari telinga kiri hingga ke kanan, menumpahkan darah kental yang kini meresap merusak karpet wol Persia di bawahnya.

THE DEVIL { YOONMIN }Stories to obsess over. Discover now