Prolog

3 0 0
                                        

-Opposite Ways-

Ada beberapa orang yang datang ke hidup kita bukan untuk tinggal.

Mereka datang untuk mengubah sesuatu.

Cara kita melihat dunia.

Cara kita memahami diri sendiri.

Atau bahkan...

cara kita memahami Tuhan.

Bertahun-tahun lalu, seorang perempuan bernama Ariha Anwar pergi ke Italia.

Ia datang membawa koper, kamera, buku catatan, dan sebuah tugas dari universitas.

Ia pikir perjalanan itu hanya akan menjadi bagian dari pendidikannya.

Ia akan mempelajari budaya.

Tempat-tempat bersejarah.

Masyarakat.

Dan bagaimana manusia menjaga kepercayaan mereka dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ia tidak pernah menyangka akan menemukan seseorang di dalam salah satu tempat ibadah yang sedang ia teliti.

Seseorang yang seharusnya hanya menjadi bagian kecil dari penelitiannya.

Seorang pastor bernama
Abraham Lumonus.

Awalnya, mereka hanya dua orang asing.

Seorang mahasiswa antropologi.

Dan seorang pastor yang menjalankan tugasnya.

Tidak ada alasan bagi mereka untuk menjadi lebih dekat.

Tidak ada alasan bagi mereka untuk saling menunggu.

Tidak ada alasan bagi mereka untuk saling mengingat.

Karena sejak awal...

mereka tahu bahwa mereka berjalan di dua jalan yang berbeda.

Ariha dengan keyakinannya.

Abraham dengan panggilannya.

Dan di antara mereka ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar perasaan.

Faith.

Promise.

And the life they had already chosen.

Namun manusia sering kali baru memahami batas setelah mereka berdiri terlalu dekat dengannya.

Ariha tidak pernah berniat jatuh cinta.

Abraham pun tidak pernah berniat membiarkan hatinya berubah.

Tetapi perasaan tidak selalu datang dengan izin.

Kadang ia tumbuh dari percakapan sederhana.

Dari tawa yang tidak sengaja.

Dari seseorang yang mengingat waktu salatmu.

Dari seseorang yang menunggumu berdoa.

Dari sebuah lukisan tua tentang fear and faith.

Dari sebuah selendang putih.

Dan dari satu janji sederhana yang seharusnya tidak berarti apa-apa.

"Maybe tomorrow."


Ternyata...

besok benar-benar datang.

Dan setelah hari itu, tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar sama lagi.

Mereka pernah bertemu.

Pernah tertawa.

Pernah saling memahami.

Dan pernah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Lalu mereka berpisah.

Bukan karena tidak memiliki perasaan.

Justru karena perasaan itu terlalu nyata.

Karena terkadang mencintai seseorang berarti harus menerima kenyataan bahwa kita mungkin tidak bisa memilikinya.

Dan terkadang...

melepaskan seseorang bukan berarti berhenti mencintainya.

Bertahun-tahun kemudian, Ariha berdiri sebagai seorang antropolog.

Abraham tetap berdiri di hadapan altar.

Mereka menjalani kehidupan masing-masing.

Tidak saling mencari.

Tidak saling memanggil.

Tidak saling meminta untuk kembali.

Namun di suatu tempat...

sebuah foto masih disimpan dalam sebuah kalung.

Dan sebuah selendang putih masih dikenakan bersama pakaian seorang pastor.

Dua benda sederhana.

Dua kehidupan.

Dua jalan yang berbeda.

Satu kenangan yang sama.

Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersama.

Mungkin memang begitu cara Tuhan menjaga keduanya.

Atau mungkin...

ada beberapa pertemuan yang tidak diberikan untuk menjadi sebuah rumah.

Melainkan hanya untuk mengajarkan seseorang bagaimana rasanya menemukan rumah...

di dalam hati orang lain.

Dan kemudian...

belajar pergi.

This is not a story about choosing love over faith.

Nor is it a story about choosing faith over love.

Ini adalah cerita tentang dua manusia yang pernah saling menemukan...

di waktu yang salah,

di tempat yang salah,

dengan keyakinan yang berbeda,

namun dengan perasaan yang sama.

Karena pada akhirnya,

mereka berjalan ke arah yang berbeda.

Bukan karena mereka tidak saling mencintai.

Tetapi karena mereka memilih untuk tetap menjadi diri mereka sendiri.

Dan mungkin...

itulah bentuk cinta paling sunyi yang pernah mereka miliki.

-OPPOSITE WAYS-

Sometimes, two people can love each other deeply...

and still choose different ways home.

Opposite WaysHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora