Aroma khas buku pelajaran baru dan wangi pembersih lantai menyambut langkah kaki Chika di koridor lantai dua. Hari pertama menjadi siswi kelas 11 terasa sama saja seperti tahun sebelumnya-bising oleh teriakan murid-murid yang berebut bangku belakang, serta hembusan angin pagi yang membawa hawa samar dari lapangan sekolah.
Chika melangkah santai menuju kelasnya, melemparkan tas punggungnya ke salah satu kursi di barisan tengah. Semester baru berarti deretan mata pelajaran baru yang siap menguras energi. Dan bagi Chika, ada satu mata pelajaran yang paling ingin ia hindari: Pemrograman Dasar.
"Gue denger, guru coding kita diganti," celoteh sahabat di sebelahnya, memutus lamunan Chika. "Katanya guru baru, masih muda lagi."
Chika hanya mengedikkan bahu pelan, memilih memandang ke luar jendela. "Siapa pun gurunya, coding bakal tetep bikin pusing," batinnya pasrah.
Langkah kaki yang teratur dari luar koridor perlahan mendekat. Suasana kelas yang tadinya riuh perlahan mereda ketika pintu bergeser. Seorang pria kemeja rapi melangkah masuk, membawa laptop di tangan kirinya serta spidol papan tulis di tangan lainnya. Kacamata berbingkai tipis membingkai tatapan matanya yang tenang namun tegas.
Ia meletakkan barang-barangnya di atas meja guru, lalu berbalik memandang seluruh isi ruangan dengan senyum tipis yang hangat.
"Selamat pagi, semuanya," sapanya dengan suara bariton yang ramah. "Saya Aldi. Mulai semester ini, saya yang akan mengajar mata pelajaran pemrograman dan coding di kelas kalian."
Pak Aldi berbalik, menuliskan namanya di papan tulis putih dengan tulisan tangan yang rapi.
Chika yang awalnya tak acuh, perlahan menopang dagunya dengan tangan. Matanya tertuju pada sosok di depan kelas yang sedang menjelaskan materi awal dengan begitu sabar dan tenang-sangat berbeda dari bayangan guru coding kaku yang selama ini ada di kepalanya.
Saat Pak Aldi memutar badan kembali menghadap murid-murid, pandangannya tak sengaja beradu dengan mata Chika yang sedang memperhatikannya. Senyum tipis kembali terukir di wajah sang guru muda.
Di hari pertama kelas 11 itu, Chika belum menyadari satu hal: bahwa di antara ribuan baris kode rumit yang akan ia pelajari nanti, ada satu logika sederhana yang perlahan mulai mengubah dunianya.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Between teacher and student(^○^)
Não FicçãoBagi Chika, pelajaran pemrograman dan coding selalu terasa seperti rumus rumit tanpa akhir yang membuat kepalanya ingin pecah. Namun, semuanya berubah saat Pak Aldi, guru coding muda yang sabar, cerdas, dan penuh perhatian, mulai membimbingnya. Di b...
