Prolog - The Girl He Didn't Expect to Remember

6 2 1
                                        

🎵 Lord Huron — The Night We Met“I had all and then most of you, some and now none of you"

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

🎵 Lord Huron — The Night We Met
“I had all and then most of you, some and now none of you"

••••••••

Seoul, malam hari.

Lampu-lampu kota memantul di kaca gedung tempat fansign ENHYPEN berlangsung. Di luar, beberapa fans masih berdiri dengan lightstick di tangan, sebagian menunggu kendaraan mereka, sebagian lagi sibuk membicarakan member yang baru saja mereka temui.

Di dalam ruangan, suasana perlahan mulai sepi. Satu per satu kursi kosong. Satu per satu album ditutup. Dan satu per satu nama fans yang tadi memenuhi meja Jay mulai menghilang dari pandangannya.

Jay menyandarkan punggungnya ke kursi.
Hari itu melelahkan.
Tapi menyenangkan.

Dia sudah bertemu begitu banyak ENGENE.

Ada yang menangis.
Ada yang gugup.
Ada yang terlalu excited sampai lupa apa yang ingin dikatakan.

Ada yang datang membawa surat panjang.
Ada juga yang hanya mampu berkata, "Aku suka kamu," berkali-kali karena terlalu gugup.

Jay sudah terbiasa.
Sangat terbiasa.
Namun ada satu orang yang entah kenapa masih terlintas di kepalanya.

Jocelin.

Perempuan Indonesia.
Datang sendiri.
Tidak menangis.
Tidak berteriak.
Tidak terlihat terlalu gugup.

Bahkan ketika duduk di depannya, ekspresinya terlihat jauh lebih tenang daripada kebanyakan fans yang datang.

Yang paling Jay ingat adalah kalimat terakhir perempuan itu sebelum berdiri.

"Semoga kamu juga bahagia, Jay. Bukan cuma sebagai idol."

Jay mengernyit kecil.
Aneh.
Biasanya dia mengingat wajah fans karena sesuatu yang lucu atau unik.

Tapi Jocelin?

Dia hanya... tenang.
Dan justru karena itu, Jay mengingatnya.

"Jay."

Suara Jake membuatnya menoleh.

"Hm?"

"Kamu ngelamun?"

"Enggak."

Jake menatapnya curiga, "Baru juga selesai fansign, sudah bengong."

Jay hanya tertawa kecil.

"Capek."

"Yaudah pulang."

Jay berdiri.
Sebelum pergi, matanya tanpa sadar kembali melihat kursi tempat Jocelin tadi duduk.

Kosong.
Dia tidak tahu kenapa dia melihatnya lagi.

Dan dia juga tidak tahu akan kah takdir nanti akan mempertemukan dirinya dengan perempuan itu lagi atau tidak.

Entah di fansign.
Entah di konser.
Atau justru bukan sebagai seorang idol dan penggemar.

Melainkan sebagai...

dua orang asing yang kebetulan berada di tempat yang sama.

••••••••

Cerita ini hanya karangan semata, tidak ada sangkut paut dengan kehidupan nyata visual!

Cerita ini hanya karangan semata, tidak ada sangkut paut dengan kehidupan nyata visual!

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
BETWEEN US, UNTIL FAITH!Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora