Lemonzest

2 0 0
                                        

Ada kala setiap hari terasa kuning dan pink, lemon dan segelas air dingin.

++

Panas terik jam 2 siang tidak membuat Sarah kehabisan energi, ia mengikat rambut layered hitamnya tinggi dan menyisakan sedikit poni.

Isi tasnya sudah berantakan ketika ia mencari smartphone-nya untuk melihat apakah ada chat dari Arel atau tidak.

Tentu saja tidak.

Manusia yang disebut pacar itu sudah berubah semenjak berkomitmen serius pada coding. Arel bisa seharian menatap komputer untuk mengerjakan hal yang tidak dipahami Sarah.

Jadi kini ia mengetik,

"Aku gajadi jemput kamu ya, mau ke rumah Nicole nemenin dia bikin applepie."

Arel membalas "Oke, nanti aku nyusul. Paling sejam dua jam lagi ini."

Tumben.

Jarak kampus mereka tidak terlalu jauh, cuma 15 menit tanpa macet, membuat mereka sering berangkat bersama. Sampai hari ini Sarah ngampus untuk mengambil berkas transkrip nilai dan ijazahnya, Arel masih betah di semester ke-8-nya.

Kesibukan Arel kini berlipat ganda karena 6 bulan terakhir ia resmi menjadi co-founder aplikasi edtech bersama dengan 3 orang temannya. Usaha yang Arel perjuangkan bertahun-tahun kini membuahkan hasil, mengurangi kegelisahannya bahwa ia adalah anak yang hanya bisa meminta pada orang tua.

Sarah memasukkan kembali smartphone-nya ke dalam tas setelah mengirimkan "iya"nya pada Arel. Ia tahu Arel tidak akan tepat waktu, akan selalu ada unexpected bug, regression bug, critical bug, dan bug-bug yang dikuping Sarah itu semua adalah serangga.

Lalu 5 menit kemudian Sarah sudah meninggalkan parkiran kampus, membawa mobil dengan AC menyala yang mendinginkan perasaannya sekali lagi.

Mungkin kebahagiaan datang bukan dalam bentuk besar hari ini. Hari terakhir kuliah, Nicole dan applepie, dan seseorang yang janji akan menyusul. Agenda yang sempurna.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 14 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SquareStories to obsess over. Discover now