Bab 0 - PROLOG

21 4 1
                                        

Bandung selalu memiliki cara sendiri untuk menyambut pagi.

Udara sejuk mengalir di antara pepohonan dan bangunan yang masih diselimuti kesunyian. Jalanan belum terlalu ramai. Beberapa kendaraan melintas sesekali, sementara sebagian besar rumah masih tampak tenang. Matahari bahkan belum menunjukkan sinarnya dengan terang. Langit masih berwarna kebiruan, perlahan menunggu pagi mengambil alih malam.

Burung-burung berkicau dari pepohonan di sekitar rumah. Suaranya terdengar bersahutan, mengisi udara yang masih dingin dan membuat suasana pagi terasa damai.

Pagi itu seharusnya berjalan tenang.

Sampai sebuah teriakan terdengar dari lantai dua sebuah rumah yang dijadikan kost.

"SIAPA YANG AMBIL HP GUA, ANJAY?!"

Suara itu menggema cukup keras hingga terdengar sampai ke beberapa kamar.

Burung-burung yang bertengger di pohon depan rumah beterbangan karena terkejut. Suasana yang sebelumnya sunyi seketika berubah menjadi gaduh.

Sumber keributan itu adalah seorang laki-laki bernama Eleandro Mahawiraja, atau yang lebih sering dipanggil El.

El berdiri di tengah kamarnya dengan rambut berantakan dan wajah yang masih menyisakan kantuk. Ia mengenakan kaus dan celana pendek, sementara kedua matanya sibuk mencari sesuatu di seluruh penjuru kamar.

Ponselnya hilang.

Ia sudah memeriksa di seluruh penjuru kamarnya, hasilnya tetap sama. Tidak ada.

"HP gue mana, sih?" gerutunya.

El kembali mengacak-acak selimut sebelum keluar dari kamar.

"WOI! ADA YANG LIHAT HP GUA NGGAK?!"

Kali ini beberapa pintu kamar mulai terbuka.

Tidak semua penghuni kost masih tertidur. Gio sudah lebih dulu bangun dan sedang duduk di ruang tengah. Alea juga sudah terjaga, begitu pula Bella yang sejak tadi sedang menikmati waktu paginya dengan tenang.

Mereka bertiga langsung menoleh ke arah tangga ketika mendengar suara El.

Abeliona Anindita kusumaningtyas, yang biasa di sapa, Bella. Bella mengusap wajahnya sambil menghela napas. "Heh, berisik banget."

Gio yang duduk di sofa hanya menggeleng pelan.

"Elek, nyari HP jangan sambil teriak-teriak. Orang pada tidur."

Arabelle Aleana Hazelt atau di sapa Alea. Alea ikut muncul dari arah kamarnya. Rambutnya masih sedikit berantakan, tetapi wajahnya sudah cukup sadar untuk memahami sumber keributan pagi itu.

"HP emang penting, tapi lo cari pelan-pelan aja, bang."

El menatap mereka bertiga. "Iya, iya. Tapi serius, HP gue nggak ada."

Bella mengangkat alis. "Ya udah, dicari. Masa hilang lo diem aja, bang?"

El mengangguk cepat. "Nah, itu maksud gue."

Bella menunjuk ke arah lorong. "Tapi jangan berisik." Belum sempat El menjawab, terdengar suara pintu kamar lain terbuka.

Alorya keluar dengan wajah kusut dan mata yang masih berat. Sepertinya ia baru saja terbangun dari tidur yang cukup nyenyak.

Ia berdiri di ambang pintu sambil menatap El. Tatapan itu cukup untuk membuat Gio langsung menahan tawa.

Bella bahkan sudah tahu apa yang akan terjadi.

El menoleh ke arah Alorya. Alorya tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya berjalan mendekat. El mundur satu langkah.

"Lory..." Alorya mengangkat tangannya. "Berisik."

PLAK!

Satu pukulan mendarat di kepala El. "Aduh!"
El langsung memegang kepalanya. "Apaan, sih?!"

"Jam segini teriak, gak bagus lo gitu, Bang."

"HP gue beneran ilang!"

"Terus harus banget teriak gitu?"

El terdiam.  Alea menatap El dengan ekspresi iba. "Makanya, cari yang tenang." El mengusap kepalanya sambil menggerutu. "Iya, iya..."

Alorya kembali masuk ke kamarnya.

Pintu tertutup.

Suasana kembali sedikit tenang.

El berdiri di lorong sambil melihat tiga orang yang masih memperhatikannya. "Kenapa pada ngeliatin gue?"

Bella menjawab santai. "Karena lo lucu, Bang, kalau melas gitu mukanya." El mendengus lalu kembali masuk ke kamarnya.

Ia mulai mencari lagi dengan lebih teliti. Kali ini tanpa teriakan dan tanpa membuat satu kost terbangun. Gio kembali duduk di sofa. Alea berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, sedangkan Bella kembali ke kamarnya.
Pagi itu belum benar-benar dimulai.

Namun, keributan pertama di Kost Pak Syahrul sudah terjadi.

Dan semuanya bermula hanya karena satu benda kecil yang entah bagaimana bisa menghilang dari kamar pemiliknya sendiri.

Padahal, tidak ada seorang pun yang mengambilnya. Belum.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 30 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Kost Pak SyahrulStories to obsess over. Discover now