1. Shen Wenlang x Huang Xing x Qiu Dingjie

509 28 15
                                        

Huang Xing adalah seorang omega yang belum lama Ditinggal alphanya sekitar enam bulan setelah suaminya sang alpha berselingkuh dan menceraikannya saat ketahuan sedang berhubungan dengan omega lain.

Hidup menyendiri sebagai omega tanpa alpha bukanlah hal mudah bagi Huang Xing. Ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Saat ini, Huang Xing baru saja pulang bekerja sebagai pelayan kafe. Jam sudah menunjukkan pukul 23.30.

Gajinya yang tidak seberapa membuatnya harus bekerja hingga malam. Jika hanya sampai sore, ia merasa penghasilannya tidak akan cukup.

"Aduh, kok taksi nggak muncul-muncul sih?" gumamnya resah.

Berkali-kali ia melirik jam tangan dan memperhatikan jalanan, tapi tetap saja tidak ada taksi yang lewat.

Tiddd... tiddd...

Suara klakson membuatnya menoleh. Sebuah mobil hitam mewah berhenti di dekatnya.

Huang Xing mengerutkan kening, bingung.
Kenapa mobil itu ke arahku...?

"Kamu tetangga baru itu, ya?" tanya seorang pria dari dalam mobil.

Huang Xing langsung mengenali pria itu.
"Oh? tetangga baru... tuan Shen, kan?" ucapnya ragu.

Shen Wenlang tersenyum.
"Iya. Mau bareng? Kalau cari taksi jam segini susah."

Huang Xing sempat ragu.
"Beneran boleh? Nggak ngerepotin?"

Shen Wenlang menggeleng santai.
"Nggak apa-apa. Kita tetangga, kan."

Akhirnya, Huang Xing menerima tawaran itu.

---

Sepanjang perjalanan, suasana cukup hening. Hingga akhirnya Shen Wenlang membuka percakapan.

"Huang Xing, pulang jam segini nggak takut?"

"Ya gimana lagi... namanya juga kerja," jawabnya lelah.

Shen Wenlangtersenyum tipis.
"Bahaya loh kalau cowok omega manis sendirian. Kenapa nggak ambil shift sampai sore aja?"

"Gajinya nggak cukup. Ini aja baru dapat kerja setelah sebulan cari," jawab Huang Xing sambil mendesah.

Sekilas, Shen Wenlang menyeringai tanpa disadari oleh Huang Xing.

---

Mobil berhenti di depan rumah kontrakan Huang Xing "Makasih ya, Tuan Shen Jadi ngerepotin," ucapnya canggung.

"Nggak kok, santai aja," jawab Shen Wenlang sebelum melaju ke rumahnya yang tepat di sebelah.

Huang Xing masuk ke rumahnya, mengunci pintu, lalu menjatuhkan diri ke sofa.

"Capek banget hidup sendiri..."

Ia benar-benar sendirian. Orang tuanya sudah meninggal, dan kini ia harus bertahan hidup sendiri di rumah sewaan dengan tabungan yang makin menipis.

Rumah yang Huang Xing tempati adalah rumah sewaan dan uangnya berasal dari kerja sampai tengah malam dan beberapa dari tabungannya yang semakin menipis dari waktu ke waktu.

Huang Xing segera masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya dengan berendam di air hangat.

Setelah tak memakai sehelai benang pun Huang Xing masuk ke bak air yang sudah terisi air hangat dan sabun yang berbusa banyak.

"Segarnya...." Saat berendam Huang Xing tiba tiba mengingat Shen Wenlang tetangganya yang mengantarnya tadi.

Shen Wenlang sangat tampan dan mempunyai postur gagah dan tinggi. Pekerjaannya mapan yaitu seorang manager di perusahaan yang cukup terkenal di kota itu.

Andai kata alpha Huang Xing tidak berselingkuh pasti ia tidak perlu memikirkan nasib kebutuhan keesokan harinya.

Tidak perlu capek kerja sampai tengah malam seperti sekarang. Istri Shen Wenlang sangat beruntung memiliki Shen Wenlang...dan banyak andai dan andai yang hinggap dikepala Huang Xing.

Setelah cukup berendam Huang Xing menyudahi acaranya itu dan mulai memakai piyama untuk tidur. Setelah itu tertidur dengan lelap di ranjang miliknya.

Keesokan harinya Huang Xing bangun sangat lagi lagi sekali untuk membuat sarapan yang lezat.

Huang Xing tidak bekerja hari ini karena bos menelpon jika cafe ditutup karena ada perbaikan yang mana menyebabkan para karyawan harus libur dulu entah berapa lama.

Saat membuat sarapan Huang Xing teringat Shen Wenlang kemudian berpikir untuk membuat kue sebagai ucapan terima kasih yang tulus.

Jadi setelah selesai sarapan Huang Xing langsung membuat kue bolu gulung.

"Akhirnya selesai juga" Huang Xing tersenyum saat kuenya sudah jadi. Kemudian mandi dan bersiap siap pergi menemui tetangganya itu.

Tok... tok... tok...

Pintu terbuka. "Eh? Tuan Huang?" sapa Qiu Dingjie istri omega Shen Wenlang dengan ramah.

Huang Xing tersenyum. "Iya... ini aku bawa kue buat kamu dan Tuan Shen"

"Loh, repot-repot banget! Ayo masuk," ujar Qiu Dingjie.

---

Huang Xing masuk ke dalam. "Duduk dulu ya. Mau minum apa?" tanya Qiu Dingjie.

"Apa aja, nggak usah repot..." Qiu Dingjie tersenyum dan pergi ke dapur.

---

Tak lama, Geonwoo turun dari lantai dua dengan kemeja rapi. "Loh? Huang Xing ya?"

"Selamat pagi, Tuan Shen"

"Ada apa pagi-pagi ke sini?"

"Aku cuma mau ngasih kue... buat ucapan terima kasih," jawab Huang Xing lembut.

Shen Wenlang tersenyum. "Padahal saya ikhlas, nggak perlu repot."

"Aku juga ikhlas kok," balas Huang Xing tersenyum tipis.

Qiu Dingjie datang membawa dua gelas teh. "Ini tehnya. Kamu belum berangkat kerja?" tanyanya pada Shen Wenlang.

"Oh iya, hampir lupa." Shen Wenlang lalu mencium kening Qiu Dingjie "Aku berangkat ya."

Huang Xing hanya bisa diam, menyaksikan momen itu dengan perasaan yang sulit dijelaskan.

---

Kini hanya tinggal Qiu Dingjie dan Huang Xing "Maaf ya, aku tadi nggak fokus. Qiu Dingjie suka tiba-tiba romantis gitu," kata Qiu Dingjie sambil tersipu.

Huang Xing tersenyum tipis. "Nggak apa-apa... wajar kok."

"Minum tehnya ya." Huang Xing mengangguk dan menyesap tehnya.

Qiu Dingjie kemudian mencicipi kue yang dibawa Huang Xing "Enak banget! Ini buatan kamu sendiri?"

Huang Xing tersipu. "Biasa aja, kok..."

Pokoknya Cerita Sesat All Ship, Open RequestHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora