BOTOL YANG BIKIN CANDU

0 0 0
                                        

‎Seseorang berjalan memasuki sebuah klub malam yang sangat ramai dikunjungi oleh para anak-anak muda di daerah Bandung.
‎
‎"Gimana Vin? Enak gak tadi di ruang musik?" Tanya salah satu temannya, dia adalah KRISTA EL MATADOR-memiliki gaya rambut low fade dengan alis yang di sebit 1 di bagian kanannya, dan memakai jaket berbahan katun berwarna putih yang dipadukan dengan celana jeans ketat berwarna biru, dirinya biasa di panggil Kris.
‎
‎"Jelas mantap lah, pilihan gua. Iye kaga Vin?" Celetuk dari seorang lelaki dengan rambut yang dicat berwarna biru gelap. Dia SAMUDRA ADRIANSYAH-memiliki seorang pacar diangkatannya, cowok yang memiliki omongan yang sangat pedas jika sudah menyangkut perempuan. Terkenal playboy dan punya riwayat tukang selingkuh.
‎
‎"Lagian, siapa coba yang bisa nolak pesona Arvin Aditiya. Bahkan guru sekalipun bisa lo pake, kan?" Tanya seseorang yang sedari tadi menyesap sebuah minuman yang tadi dirinya pesan. Dia GERAFA MAHENDRA-laki-laki yang memiliki darah campuran Sunda-Jawa itu memiliki kulit yang sangat lembut dan mulus, bahkan wanita mana yang tak berubah jadi Anya Geraldine di tangannya? Memiliki postur tubuh yang setara dengan gapura kabupaten. Orang mungkin akan mengira dia sudah bekerja, padahal kenyataannya Rafa masih sekolah.
‎
‎Sementara Arvin yang disebutkan namanya tadi hanya terduduk sambil mengisap Vape di ujung kursi. Dia terus membayangkan pertemuan dirinya dengan gadis itu di pikirannya.
‎
‎Dirinya terus membayangkan bagaimana jika dirinya dan gadis manis tadi bertemu dan bermain di tempat yang belum pernah dia coba.
‎
‎"Gua tertarik sama yang seangkatan kita." ucap singkatnya. Dia ARVIN ADITIYA-memiliki postur tubuh layaknya seorang model internasional, tinggi badannya sekitar 189 cm dan berat badan sekitar 70 kg. Memiliki darah asli Sunda, memiliki mata yang indah bagi perempuan manapun yang menatapnya. Terkenal dengan julukan "penjahat kelamin" dan mudah gonta-ganti pasangan.
‎
‎Rafa dan Kris sudah tidak terkejut mendengarnya, sementara Samudra hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan teman masa kecilnya itu.
‎
‎"Siapa yang lo maksud?" Tanya seseorang yang baru saja datang. ARJUAN DERWANGGA. Dia merupakan teman OSIS sekolah mereka. Masalah soal mendekati perempuan, dia bukan ahlinya.
‎
‎"Anak gadis temen OSIS lo." Jawab singkat Arvin.
‎
‎"Lo gak takut Nina balik?" Tanya Naufal.
‎
‎Arvin hanya mengangkat bahunya dengan santai, dia tak peduli akan hal itu. Dapat ia yakini bahwa gadis tadi mana mungkin akan menolaknya, dan soal Nina, mantannya itu? Mungkin setelah bermain-main dengan gadis itu, dia tak akan pernah membalas perasaan gadis itu, jika suatu saat ada sebuah perasaan yang tak ia izinkan.
‎
‎"Dia temen dari gua SD. Namanya AYLANDA TRI VALERI. Dia terkenal pendiam dari dulu, tapi gak ada yang tau dengan history dia. " Ujar Juan.
‎
‎Rafa menatap Arvin dengan tatapan tak percaya. Meski dia mendukung tindakan Arvin, tapi untuk kali ini mungkin dia akan melarang.
‎
‎"Jangan, dia udah punya pacar." Celetuk Rafa.
‎
‎Arvin santai menanggapinya, "pacar? Nona Ardelia aja bisa gua pake kapan aja, kalo gua mau." Sahut nada santai dari Arvin.
‎
‎"Udahlah, lagian dia wanita sekali pake. Gua yakin dia udah ga perawan juga." Ucap Kris dengan santai.
‎
‎

****

‎
‎Sementara ditempat lain, Aylanda sedang menemani mantannya yaitu Arga dan teman-temannya minum. Saat ditawari untuk minum, dirinya menolak.
‎
‎"Lo masih perawan, Nda? " Tanya Dea, saudara sepupu Arga.
‎
‎Aylanda menganggukkan kepalanya, dan menatap Arga yang sedang meminum banyak Arak Bali.
‎
‎Arsa, salah seorang teman perempuannya Arga tengah mengobrol dengan mereka, Rafi sedang mendengarkan dan Hanif yang sudah mulai beranjak dari duduknya.
‎
‎"Gua balik duluan. " Ucap Hanif, lalu dia beranjak pergi membawa jaket dan kunci motornya.
‎
‎Arga meracau tidak jelas mengenai mantannya yang pergi karena berselingkuh dengan adik kelas MPLS di sekolahnya, dan Rafi lebih memilih untuk menemani Aylanda.
‎
‎"Kenapa lo ga buka aja tuh hijab? Daripada lo di hijab tapi begini kelakuannya. Gua tau kok, lo juga pasti penasaran sama semuanya. Mulai aja dari lepas hijab." Hasut Rafi.
‎
‎Aylanda sempat ragu, tapi tidak ada salahnya melakukannya. Toh, dia bukan gadis yang baru di dunia malam.
‎
‎Dea dan temannya memilih untuk pergi duluan karena ada urusan penting, sementara Arsa dan Rafi membantu Arga yang sudah mulai mabuk.
‎
‎"Lo pulang kemana, Nda? Biar gua anter." Tawar Arsa.
‎
‎"Ke-"
‎
‎Arga menyela. "Dia balik ke rumah gua."
‎
‎Rafi membonceng Aylanda dan Arsa membonceng Arga. Keduanya membawa mereka berdua menuju rumah Arga.
‎

DURI MAWAR YANG TERSEMBUNYIStories to obsess over. Discover now