Seducing The Fireman

342 15 0
                                        

Hanya berupa penggalan ya, bukan full story.

"Katakan padaku, seberapa besar keinginanmu untuk mendapatkan pria itu?" Jessie Quinn bersantai di sofa milik sahabatnya sambil menyeruput teh, berusaha menahan diri untuk tidak bersorak kegirangan saat melihat bagaimana pertanyaan itu membuat temannya tampak frustasi. Tubuhnya yang mungil dan sintal tampak sangat santai, mata biru cerahnya berbinar jenaka dan rambut pirang kemerahan yang biasanya panjang dan bergelombang itu kini terselip rapi di balik topi pageboy hitam yang modis yang dikenakannya.

Sementara itu, Callie Caldwell mondar-mandir di hadapannya. Ia sedikit pincang akibat cedera saat bermain softball di high school dulu. Tubuhnya yang tinggi tegap, nyaris mencapai 183 cm dan memang tak sebugar dulu, namun Callie tetap menjalani gaya hidup yang aktif dan sehat. Mata hijaunya kini melirik ke arah sahabatnya di sofa saat ia berjalan melewati Jessie dalam langkah-langkahnya yang diisi berbagai pikiran. Tangan kanannya yang gelisah menyisir rambut merah burgundy sebahunya yang lurus dan tebal dengan gerakan frustrasi. Yah, bagaimana tidak? Selama dua tahun terakhir ini, ia memendam rasa pada seorang petugas pemadam kebakaran.

Roman Blake adalah pengganti paman Callie saat sang paman memutuskan untuk beralih profesi. Bibi Callie mendesak pamannya untuk mencari pekerjaan lain yang tidak terlalu membahayakan nyawa.

Hari itu, Callie sedang berada di stasiun pemadam kebakaran untuk menjaga sepupunya yang berusia tujuh tahun - seperti yang biasa ia lakukan dan memastikan anak yang lincah itu tidak melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Bibinya meminta Callie mengantarkan makan siang sang paman yang tertinggal di rumah.

Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk melihat bagian dalam stasiun pemadam kebakaran itu – karena ia tidak pernah masuk sebelumnya. Hari itu, Callie mengenakan kaus dan celana jins usang, sepatu yang tampak sudah sangat tua, serta topi bisbol yang kainnya sudah robek hingga memperlihatkan lapisan keras di bagian lidah topinya. Itulah hari saat Roman Blake melangkah masuk ke stasiun pemadam kebakaran itu, hari di mana Callie tampak seperti gelandangan yang memiliki anak di luar nikah, bukannya tampak seperti wanita cerdas berusia dua puluh lima tahun yang biasanya berpenampilan rapi, lajang dan tanpa anak.

Roman melangkah santai memasuki tempat tersebut dan waktu seolah berhenti seketika. Bagi Callie, rasanya hanya mereka berdua yang tidak membeku di dunia itu, seolah alam semesta ingin memberi mereka waktu untuk saling memandang dengan saksama. Sayangnya, saat Callie sedang memperhatikan, Roman justru sibuk bertanya-tanya siapa yang harus dia temui untuk memulai pelatihannya.

Untungnya, Callie memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dan mengenal Roman setelahnya. Ada banyak peluang untuk mengubah kesan pertama dan memikat pria itu dengan kecantikannya. Roman sering diundang ke rumah bibi dan pamannya untuk menghadiri berbagai acara pesta. Namun, karena ia terus-menerus dikelilingi oleh wanita-wanita yang lebih cantik daripada Callie, Roman justru lebih memperhatikan kegemaran Callie pada olahraga dan permainan video. Sifat-sifat yang terlihat itu lebih mencerminkan kualitas seorang sahabat sejati, dan bukannya kualitas yang memicu gairah membara atau hubungan romantis yang mendalam.

Mengingat kembali masa lalunya, Callie tak ragu mengakui kenyataan tersebut. "Ya, aku memang menginginkannya, sampai-sampai gigiku terasa ngilu." Ia mengatakannya dengan tekad bulat yang tenang - sesuatu yang tak pernah ia rasakan bahkan saat ia sedang mengejar impian lamanya untuk bergabung dengan tim softball Olimpiade Amerika Serikat.

"Itu tidak akan mudah bagimu. Kau harus melakukan sesuatu yang drastis, sesuatu di luar zona nyamanmu," ujar Jessie sambil meletakkan cangkir tehnya lalu mengambil sepotong kue kering.

Callie berhenti mondar-mandir dan menatap sahabatnya itu dengan bingung. "Apa maksudmu sebenarnya?" tanyanya, meminta penjelasan.

Sambil menggigit kecil kue kering itu, Jessie memutar kedua bola matanya. "Selama dua tahun ini, pria itu menempatkanmu hanya sebagai sahabat karib. Kau harus melakukan sesuatu yang mengejutkan, sesuatu yang begitu drastis, untuk mengubah pola pikirnya itu."

Seducing The FiremanStories to obsess over. Discover now