Bau antiseptik masih menempel di ujung hidung Adila ketika ia membuka mata untuk pertama kalinya sejak dua belas jam terakhir. Tubuhnya terasa bukan miliknya sendiri. Tapi semua itu lenyap begitu telinganya menangkap satu suara-tangisan bayi, kecil dan serak, namun menggetarkan seisi ruangan.
"Bu, ini anaknya. Sehat, lengkap tanpa kekurangan satu apapun."
Adila menggendongnya dengan tangan gemetar. Untuk pertama kalinya sejak sembilan bulan penuh keraguan, ia merasa yakin akan satu hal: apa pun yang telah ia korbankan untuk sampai di titik ini, semuanya terbayar lunas.
Pintu terbuka. Trian melangkah masuk dengan wajah pucat, jas kerjanya masih kusut, seolah baru saja lari dari kantor tanpa sempat bernapas.
"Sayang.." paraunya suara Trian berhasil membuat suasana kamar semakin larut dalam kebahagiaan-yang masih menjadi harapan.
"Dia udah lahir, Mas," bisik Adila. "Anak kita."
Trian mendekat, menyentuh tangan mungil itu dengan ragu-dan jari kecilnya membalas dengan menggenggam erat, seolah sudah tahu siapa yang datang.
"Selamat datang, Nak," bisiknya. "Papa janji, kamu akan tumbuh dikelilingi orang-orang yang benar-benar sayang sama kamu."
Tapi ketenangan itu tak berlangsung lama. Ponsel Trian bergetar. Raut wajahnya berubah seketika.
"Siapa?" tanya Adila, meski ia sudah bisa menebak jawabannya.
"Papa."
Satu nama itu saja cukup membuat udara di ruangan terasa berbeda-membawa kembali bayangan pertentangan panjang yang belum selesai, nama besar yang jadi beban, dan seorang kakek yang bahkan belum tahu cucunya baru saja lahir.
Malam itu, mereka berdua belum tahu, betapa panjang jalan yang harus dilalui untuk sampai ke titik ini.
Semua bermula bertahun-tahun sebelumnya, di sebuah lorong sekolah menengah atas-ketika seorang remaja laki-laki diam-diam jatuh cinta pada seorang gadis yang bahkan tak menyadari keberadaannya.
YOU ARE READING
Sejak Adyatama Hadir
RomanceTrian Pratama Alvaro, CEO muda PT Nirwana Group, punya segalanya-kecuali cinta yang ia inginkan sejak SMA. Adila Syafitri hanya ingin menyelamatkan keluarganya dari proyek ekspansi yang mengancam menggusur rumah mereka. Ia tak pernah menduga, jalan...
