00

90 8 1
                                        

Saat aku perlahan membuka mata, bau antiseptik yang tajam menyengat indra penciumanku. Tidak ada siapapun di ruangan ini. Hanya ada suara irama monoton dari monitor detak jantung yang memekik pelan, mengisi kesunyian yang dingin.

Dengan jemari yang gemetar dan tenaga yang tersisa, aku menggapai ponsel di atas nakas.

Layarnya menyala, menampilkan tanggal hari ini. Layar itu juga memantulkan bayangan wajahku-kembali ke wujud asliku sebagai Sea, sang artis papan atas. Tanpa rambut putih, tanpa mata merah langka itu.

Aku menatap langit-langit kamar hospital yang putih bersih. Air mataku menetes tanpa bisa ditahan, mengalir melintasi pipi dan membasahi bantal.

"Hiks..."

Suaraku serak, tertahan di tenggorokan yang terasa mencekik.

Aku pikir setelah aku terbangun dari koma dan kembali ke duniaku, semua akan baik-baik saja.

Aku pikir kembali menjadi diri sendiri adalah hal yang kuinginkan.

Tapi ternyata, semua justru terasa hampa dan menyiksa.

Hati ini tertinggal di tempat lain, bersama sosok yang seharusnya hanya ada di dalam cerita.

Aku memejamkan mata erat-erat, meremas seprai rumah sakit dengan erat.

"Bisakah aku memutar kembali waktu?"

-
Author's Words:

Aku sebenarnya gak mau menduakan ceritaku hiks hikss...

Jarang-jarang guys jimmysea ber-Tema kerajaan. So kali ini aku usahakan membuat cerita tersebut.

JANGAN TANYA CERITA YANG SATUNYA, eum aku lagi bingung karna chapter di tengah-tengah itu hilang, ada masalah sedikit.

Gapapa kali ya menduakan cerita ku ehe!😋🫰

-to be continue-

Dunia CringeStories to obsess over. Discover now