"Ini adalah kisah seorang Pangeran sempurna, sang Duke bermulut manis, pengawal pribadi bertalenta, gadis ksatria, cinta pertama sang Raja, Necromancer jahat penuh kasih, dan yang paling penting ; tentangnya, pemuda manis lemah lembut yang sedikit kasar.
Dan seperti halnya setiap kisah, kisah ini dimulai dengan,
Once upon a time ...."
ㅤㅤㅤ
✮ ⋆ ˚。𖦹 ⋆。°✩
ㅤㅤㅤ
Dongeng. Tiada seorang pun yang asing dengan perihal sebuah dongeng. Dongeng sudah ada diantara kita sejak ratusan tahun yang lalu. Setiap dongeng memiliki keunikannya masing-masing, memancarkan harapan dan pesannya tersendiri─membekas di hati para peminat kisah penuh dramatis. Jika kau diberi kesempatan membuat kisahmu sendiri, akankan kau menjadi salah satu bagian dari dongeng itu?
Jadi, akan ku ceritakan sebuah kisah yang berbeda. Dengan seorang lelaki sebagai tokoh utama yang akan membuat kisahnya sendiri, menjadi dongeng yang kelak turun temurun hingga anak cucunya.
Kisah ini berawal dari pemuda manis dengan senyum manis bernama Lucanne Arthemis. Berjiwa lemah lembut dan menyenangkan bak sang mentari yang bersemayam indah pada lazuardinya bumantara─pemancar cahaya kehidupan untuk hari-hari penuh penat.
"Lucanne!"
Yang dipanggil namanya menoleh. Di belakang, seorang gadis berlari ke arahnya sambil melambaikan tangan.
"Clara, jangan berlari di koridor. Guru akan marah jika melihatnya," ucapnya.
Gadis bernama Clara itu meringis. "Haha ... itu sudah terlambat, kawan." Ia merogoh tidak tenang saku seragam sekolahnya, mengambil sebuah kunci sebelum diserahkan paksa pada lelaki berambut putih bersih itu.
Lucanne? Ia membuat ekspresi bingung tentunya.
"Tolong aku membereskan peralatan di lab ya. Aku lupa kalau ada janji dengan pacarku sekarang," pintanya sedikit memaksa, juga sedikit memelas.
"Astaga, kenapa aku? Tidak lama lagi aku harus menemui guru matematika, kamu tahu kan kalau beliau menyeramkan?"
Clara kembali meringis tak bersalah. "Hanya kamu satu-satunya teman baikku. Ayolah, kumohon. Nyawaku sedang di ujung tanduk─"
"CLARA! KEMARI KAU, GADIS KECIL!"
Oh, itu suara guru bk. Tampak disana guru itu sedang berlari kelelahan sembari menunjuk ke arahnya dengan tongkat rotan kesayangannya.
"Ku serahkan padamu, Lucanne." Dan setelahnya, ia kembali berlari. Disusul sang guru berkacamata pembawa rotan itu.
"AKU MENYAYANGIMU, KAWAN BIRUKU!" Tentu saja menggema di koridor yang tak banyak orangnya.
Lucanne hanya tertawa kecil. "Ya ampun, ada-ada saja gadis itu. Jadi, dia mau menemui pacarnya atau mau lari dari guru?" ujarnya sambil menggelengkan kepala. Jam tangan ia keluarkan dari saku, dan masih ada waktu lumayan sebelum menemui guru matematika yang ia takuti.
Sebelum berbalik, dilihatnya pantulan dirinya di kaca jendela. Rambut dan bulu mata putih lengkap dengan mata biru seindah sapphire. Meski begitu, dia bukanlah albino, hanya saja memang terlahir begitu, setidaknya itu yang dikatakan paman yang merawatnya sejak kecil. Wajah tampan adalah salah satu hal yang harus disyukuri, bukan?
Kakinya kembali melangkah ke gedung laboratorium. Berjalan santai sambil bersenandung kecil, sesekali tersenyum dan berbalik sapa pada murid atau guru yang menyapanya.
"Hai, Lucanne"
"Hai, Paman! Jarang sekali melihatmu berkeliaran selain di lapangan. Dan ...," Lucanne memindai orang tersebut dari atas sampai bawah. "Sangat rapih untuk seorang guru olahraga yang biasa memakai kaos di jam-jam seperti ini."
VOCÊ ESTÁ LENDO
MOONSTRUCK
Ficção GeralArthur adalah pangeran Kerajaan Earthian yang dikenal sempurna dalam penampilan dan kekuatan sihirnya. Namun, dibalik itu ia memiliki kepribadian yang usil, santai dan banyak tingkah. Sementara itu, Lucanne adalah seorang pemuda Half-Blood─manusia...
