Pagi itu, rumah keluarga Carmen terasa jauh lebih sunyi daripada biasanya.
Tidak ada suara langkah kaki Mama di dapur. Tidak ada suara Papa yang biasanya terdengar dari ruang tengah. Tidak ada aroma masakan yang memenuhi rumah sejak pagi.
Yang terdengar hanya suara jam dinding.
Tik...
Tak...
Tik...
Carmen berdiri di depan meja makan sambil menatap tujuh kursi yang mengelilinginya. Dulu meja itu selalu terasa terlalu sempit untuk mereka semua.
Sekarang, rasanya justru terlalu luas.
Di atas meja terdapat foto keluarga yang baru beberapa hari lalu dipasang. Foto Mama dan Papa bersama delapan anak mereka.
Carmen mengalihkan pandangan. Ia belum sanggup melihatnya terlalu lama.
"Kak..." suara kecil membuat Carmen menoleh.
Yeon berdiri di ambang pintu ruang makan. Rambutnya masih sedikit berantakan setelah bangun tidur. Di belakangnya, Ian berjalan sambil mengucek mata.
"Kak Carmen sudah bangun?" tanya Yeon pelan.
Carmen memaksakan senyum.
"Sudah."
Biasanya Ian akan langsung berlari menghampirinya.
Biasanya Yeon juga akan ikut.
Pagi itu keduanya hanya berdiri beberapa langkah dari Carmen. Carmen menatap mereka beberapa saat.
"Kenapa berdiri di sana?? Sini."
Ian dan Yeon perlahan mendekat.
Carmen ingin mengusap kepala mereka seperti biasanya, tetapi tangannya berhenti di udara.
Ada sesuatu yang terasa berbeda.
Bukan karena kedua anak itu berubah, melainkan karena dirinya sendiri yang belum mampu menerima kenyataan.
Mama dan Papa sudah tidak ada.
Dan setiap kali melihat Ian dan Yeon, Carmen selalu teringat pada malam itu.
Suara telepon.
Kabar kecelakaan.
Rumah sakit.
Tangisan.
Dan dua adiknya yang ditemukan masih hidup di dalam mobil.
Carmen segera menurunkan tangannya.
"Duduklah."
Ian duduk di kursi paling ujung. Yeon duduk di sampingnya.
Keduanya diam.
Beberapa menit kemudian, suara langkah kaki terdengar dari tangga.
Jiwoo turun dengan seragam sekolah yang sudah rapi. Wajahnya tenang seperti biasa, tetapi matanya tampak lelah.
Ia tidak mengatakan apa-apa.
Setelah itu Yuha muncul.
Lalu Stella.
Juun.
Dan terakhir A-na yang berjalan sambil menguap.
Tidak ada satu pun yang berbicara.
Mereka semua duduk mengelilingi meja makan.
Dulu pagi seperti ini selalu penuh suara.
Stella akan mengeluh karena Juun mengambil lauk terlalu banyak. A-na akan membuat keributan.
Yuha akan mengganggu Stella. Jiwoo akan menegur mereka. Ian dan Yeon akan tertawa.
VOUS LISEZ
Bintang yang redup || Hearts2Hearts
FanfictionCarmen tidak tau bagaimana caranya mengembalikan kembali kehangatan rumahnya.
