Pagi yang cerah menyelimuti SMA Kencana. Sinar matahari perlahan menyelinap di antara pepohonan yang berada di sekitar halaman sekolah, membuat suasana pagi terasa hangat dan tenang. Suara langkah kaki para siswa mulai terdengar memenuhi halaman sekolah. Beberapa siswa berjalan menuju kelas masing-masing, sementara sebagian lainnya masih terlihat bercanda bersama teman-temannya sebelum bel masuk berbunyi.
Di antara keramaian itu, seorang perempuan berseragam SMA berjalan melewati gerbang sekolah dengan langkah yang cukup santai. Rambutnya sesekali tertiup angin pagi. Ia berjalan menyusuri halaman sekolah sembari memperhatikan keadaan sekitar.
Sesampainya di depan gedung utama, ia memperlambat langkahnya. Tangannya sibuk membenahi jaket yang sedikit berantakan karena perjalanan menuju sekolah.
Setelah merasa cukup rapi, ia kembali melangkahkan kakinya menuju lorong kelas.
Lorong sekolah pagi itu cukup ramai. Beberapa siswa berlalu-lalang, sebagian lainnya berdiri di depan kelas sambil mengobrol. Perempuan itu berjalan melewati mereka tanpa terlalu memperhatikan keadaan sekitar.
Hingga tanpa ia sadari, seseorang tiba-tiba memanggilnya dari belakang.
"Ren."
Belum sempat menoleh, sebuah tangan sudah lebih dulu menyentuh bahunya.
"Ren."
Ia langsung terkejut dan spontan menoleh ke belakang. Di sana sudah berdiri seorang laki-laki dengan seragam sekolah yang sama, namun penampilannya terlihat sedikit berantakan.
Laki-laki itu tersenyum santai seolah tidak merasa bersalah telah mengejutkannya.
Ren langsung menepis tangan yang berada di bahunya.
"Astaga, Reyyzie!" Reyyzie langsung tertawa melihat ekspresi Ren yang terlihat kesal.
"Aduhhh..." gumam Reyyzie pelan sambil memegangi lengannya yang baru saja ditepis.
"Ehh, sorry, Zie. Gue nggak tahu kalau lo," jawab Ren sambil terkekeh pelan.
Reyyzie mengangkat kedua alisnya, kemudian mengibas-ngibaskan lengannya.
"Main tepis aja tangan orang," gerutunya.
Ren hanya memutar bola matanya dan kembali berjalan. Reyyzie yang tidak mau ketinggalan langsung menyusul di sampingnya.
Mereka berjalan menyusuri lorong menuju kelas. Suasana sekolah semakin ramai karena beberapa siswa mulai masuk ke kelas masing-masing.
Belum jauh mereka berjalan, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil dari arah belakang.
"Ren!"
Ren dan Reyyzie sama-sama menoleh.
Dua orang perempuan terlihat berjalan cepat ke arah mereka sambil membawa beberapa lembar kertas.
Ren menghentikan langkahnya.
"Kenapa?" tanyanya ketika kedua perempuan itu sudah berada di depan mereka.
Salah satu dari mereka langsung menyodorkan selembar kertas kepada Ren.
"Nih, buat lo."
Ren menerima kertas tersebut dengan bingung. Ia membolak-baliknya sebentar sebelum akhirnya membuka dan membaca isinya.
"Apaan?" gumam Ren sembari membaca tulisan di kertas itu.
Beberapa detik kemudian, ekspresi wajahnya berubah.
"Hah? Study? Kapan?" tanyanya, matanya mulai terlihat antusias.
"Lusa. Lo ikut, nggak?" tanya Jeje.
Ren langsung mengangguk.
YOU ARE READING
Two Worlds, One Story [NEW VERSION]
RomanceNEW VERSION Dari novel "The Two World Which Different - BY NSSAAL" Sebuah cerita yang ditulis ulang dengan alur, karakter, konflik, dan perjalanan yang lebih berkembang. Two worlds. Different lives. One story. - nssaal
![Two Worlds, One Story [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/414914558-64-k506893.jpg)