Gelap malam dan gerimisnya hujan di atas kota. Seorang wanita sedang bersantai membaca buku fi sebuah kamar tidur sederhana yang nampak hangat sekali, kasur dan selimut yang empuk, di temani satu cangkir teh hangat yang menambah kehangatan di dalam kamar tersebut.
Ruby Jane nama wanita itu betapa seriusnya ia membaca sebuah buku yang berjudul The Broken Wings,
Yang dimana buku itu menceritakan malaikat yang berdosa karna telah melenceng dari jalan yang seharusnya dan jatuh hati pada makhluk dunia (manusia).
Malaikat ini sangat mencintainya namun tuhan tidak menghendaki, karena mereka hidup di dua dunia yang berbeda.
Dia di hukum ringan dengan tidak di perbolehkan untuk turun ke bumi oleh sang maha pencipta.
Namun malaikat ini malah memberontak dengan bersekutu pada penguasa neraka untuk membantu nya turun ke dunia, agar bisa bertemu dengan pujaan hatinya (manusia).
Namun apalah daya, sang maha pencipta sudah lebih dulu tahu, malaikat ini akan memberontak padanya.
Sang pencipta merasa terhianati, karna malaikat itu telah melenceng dari jalan yang seharusnya.
Hukuman yang di berikan tuhan pun tidak main main, malaikat itu di hukum lebih berat seberat-beratnya dengan di patahkan salah satu sayapnya dan--
Ruby POV
"Hah....ceirta yang bagus, namun sayang sekali, kenapa malaikat itu malah memberontak pada sang maha pencipta....". Dengan nada sedikit kesal
"Pasti ada cara lain selain bersekutu pada iblis, bukan?". Sembari menggeleng perlahan.
" Karna bagaimana pun kehendak tuhan tidak bisa kita paksa, buta sekali dia hanya karna perasaan cinta". dengan nada jengkel.
"Hah...."Aku hanya bisa menghela nafas dan meletakan buku itu di samping tempat tidurku, sambil meregangkan tubuh, siap untuk tidur nyenyak tanpa berniat menutup buku dan menyimpannya dengan rapih, aku hanya sekilas melirik buku itu.
"Aku lanjut baca besok saja..". sembari menguap lebar dan menarik selimut hingga menutupi bahunya.
Namun tanpa di sadari sebagian tulisan halaman selanjutnya yang mungkin? akan ia baca besok mulai memudar dan menghilang begitu saja begitupun halaman berikutnya, hingga halaman akhir pun ikut menghilang.
Author POV
Ruby mengerang pelan mengernyitkan dahinya yang terasa pening, Sambil melenguh ia mulai memegang dan menopang kepalanya di sebuah meja dimana tempat ia tertidur.
" Hmm..." Lenguhan pelan Ruby, yang merasa pegal di sekujur tubuh, ia membuka matanya perlahan, Hingga-
"Hmm?...,dimana ini?" Ucap heran Ruby, dan mulai menyadari bahwa ini bukan kamarnya.
Melainkan sebuah aula besar, lebih mirip seperti sebuah gereja tua, di ujung di depannya ada sebuah patung salib yang besar dan menjulang.
"Apa yang terjadi?" Ucap ruby dengan panik setengah mati, sambil melihat ke sekeliling nya. Banyak sekali lilin yang menyala.
YOU ARE READING
Falling for The FORSAKEN
FanfictionTidak ada deskripsi, kalou mau baca baca saja okei Thank you, jangan lupa vooteeeee....✨✨ ‼️🔞‼️
