YiZhan❤️💚💛
BxB
***
Menjadi pengawal pribadi seorang pewaris tunggal seharusnya cuma soal tugas, senjata, dan nyawa. Edward Vance tahu persis batasannya. Sampai akhirnya, sebuah insiden di pulau terpencil meruntuhkan profesionalisme yang selama ini...
"Apa-apaan nih?!" Edo mendongak kaget, menatap cowok di depannya yang baru saja melempar map berkas tebal di atas mejanya.
"Misi pertama lu!"
"Hah? Kok gue?!" tanya Edo sambil berdiri, merengut memperhatikan sekeliling ruangan Vanguard Risk Solutions yang dipenuhi dentikan papan ketik para agen.
"Ngapain protes? Gue tahu lu baru selesai pelatihan, tapi klien kali ini mitra bisnis Papi. Papi sendiri yang merekomendasikan agensi kita ke beliau," Kevin menyilangkan dada. "Lagian di Vanguard gak ada bedanya agen senior atau junior. Begitu ada perintah, lu harus selalu siap."
Edo akhirnya cuma bisa membanting tubuhnya kembali ke kursi putar.
"Yaudah, iya!" rengek Edo kesal.
"Detail misinya ada di dalam berkas." Kevin berbalik, hendak melangkah ke mejanya.
Edo menarik berkas itu kasar hingga menimbulkan suara hempasan keras.
"Pengingat aja, Ed," langkah Kevin terhenti sejenak tanpa menoleh. "Lu gak bisa menolak kalau udah dikasih tugas. Begitu lu TERLIBAT, lu gak punya pilihan selain tuntasin pekerjaan lu."
Edo cuma melayangkan tatapan tajam ke arah kakaknya sebelum akhirnya membanting pandangan ke map tersebut dan membaca lembar demi lembar informasinya.
"Hah?! Bodyguard?!" Edo terbelalak, lalu menatap kakaknya tak percaya. "Bukannya agensi kita dibentuk buat investigasi swasta? Sejak kapan kita nerima jasa pengawal?"
"Lah, itu dia bocah polos yang lagi menyamar," Kevin tertawa kecil, melirik adiknya yang makin melotot. "Dia emang masih harus banyak belajar di bidang ini." Kevin menggelengkan kepalanya pelan. Sebagai pendiri Vanguard Risk Solutions, Kevin-yang dikenal dengan nama sandi TITAN-dikenal berwibawa, protektif, dan punya prinsip setebal baja.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Sean Alexander 22 tahun Mahasiswa tingkat akhir
Pewaris tunggal Alexander Group. Putra dari Arthur Alexander.
Dahi Edo berkerut. "Kemudaan gak sih buat punya pengawal pribadi? Ck, tipikal anak orang kaya..." gumam Edo.
Lagipula siapa yang tidak tahu Alexander Group? Perusahaan multinasional raksasa yang tidak hanya menguasai pasar nasional tapi juga punya gurita bisnis di berbagai negara.
Edo mengetuk-ngetuk jemarinya di dagu, bibirnya mengerucut sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk menyelesaikan misi barunya.
"Wajahnya cakep ya, Bro? Sampe terpesona gitu lu."
Brandon tertawa dari belakang, menyenggol bahu Edo sambil ikut mengintip berkas di tangan cowok itu. Brandon-sang SPECTER-adalah sahabat Kevin sekaligus pemilik sebuah kafe hits di area Senopati. Taktis, berani, dan selalu bisa diandalkan.