Sumpah yang Melampaui Takdir
Jauh sebelum panji-panji perang berkibar di Kurukshetra...
Jauh sebelum para pahlawan mengangkat senjata...
Jauh sebelum dunia mengenal kemenangan dan kekalahan...
Ada sebuah sumpah yang tertinggal.
Sumpah yang tidak pernah dilupakan oleh waktu.
...
Di puncak Gunung Kailasa, salju abadi menyelimuti setiap sudut kerajaan para dewa. Angin berembus lembut membawa harum bunga surgawi, sementara suara lonceng suci bergema di seluruh penjuru alam.
Di hadapan kobaran api yang tak pernah padam, seorang wanita berselimut hitam berdiri dalam diam.
Mata beliau memancarkan kasih sekaligus kehancuran.
Beliau adalah Mahakali.
Tatapan Sang Dewi menembus ruang dan waktu, memandang bumi Bharata yang masih damai.
"Roda takdir kembali berputar..."
Suara Mahakali bergema memenuhi langit.
Tak lama kemudian, cahaya keemasan memenuhi Kailasa. Sosok berkulit biru dengan senyum penuh ketenangan melangkah mendekat.
Beliau adalah Krishna, Sang Penuntun Dharma.
"Kau masih memikirkan janji itu," ucap Krishna pelan.
Mahakali mengangguk.
"Sudah ribuan tahun berlalu... namun dua jiwa itu belum pernah memperoleh akhir yang layak."
Krishna memejamkan mata.
"Aku mengetahuinya."
"Mereka selalu dipisahkan oleh takdir."
"Dan setiap kali mereka bertemu..."
"Dunia memilih kehancuran."
Keheningan memenuhi alam para dewa.
Kemudian Mahakali mengangkat telapak tangannya.
Di udara muncul bayangan seorang pemuda bermahkota, bermata tajam, penuh harga diri.
Seorang pangeran yang kelak akan dicatat sejarah sebagai lambang keserakahan.
Duryodana.
Namun Mahakali memandangnya dengan tatapan berbeda.
"Manusia hanya melihat dosanya."
"Aku melihat seluruh perjalanan jiwanya."
Krishna tersenyum tipis.
"Begitulah dunia. Mereka hanya mengenang akhir sebuah kisah, bukan alasan mengapa semuanya terjadi."
Bayangan lain muncul.
Seorang gadis kecil sedang bersujud di hadapan arca Mahakali.
Matanya terpejam.
Tangannya menggenggam bunga merah.
Doanya tulus, tanpa meminta kekuasaan, tanpa meminta kekayaan.
Ia hanya berdoa...
"Izinkan aku selalu menjadi pelayan-Mu, Ibu."
Mahakali tersenyum untuk pertama kalinya.
"Dia adalah jiwa yang menungguku selama banyak kehidupan."
Krishna menatap gadis itu cukup lama.
"Lalu... apakah engkau akan mempertemukan mereka?"
Mahakali menggeleng perlahan.
"Bukan aku."
"Takdirlah yang akan mempertemukan mereka."
"Karena sumpah mereka lahir bahkan sebelum para dewa menentukan jalan kehidupan berikutnya."
Krishna menghela napas panjang.
"Jika mereka bertemu..."
"...Perang Bharata mungkin tidak akan pernah terjadi."
Ucapan itu membuat seluruh alam semesta seakan terdiam.
Takdir...
Akhirnya memiliki dua jalan.
Satu jalan menuju perang terbesar dalam sejarah.
Dan satu lagi menuju masa depan yang belum pernah dituliskan dalam kitab mana pun.
Mahakali menatap bumi untuk terakhir kalinya.
"Waktunya telah tiba."
"Lahirkan dia."
"Biarkan dunia mengenal wanita yang akan mengubah nasib Bharata."
Di langit, ribuan bunga surgawi bermekaran.
Sementara di bumi...
Di sebuah kerajaan yang makmur...
Tangisan seorang bayi perempuan memecah keheningan malam.
Tak seorang pun menyadari...
Bahwa kelahirannya adalah awal dari berubahnya sejarah.
Dan bahwa suatu hari nanti...
Ia akan menjadi wanita yang dicintai oleh pria yang selama ribuan tahun hanya dikenang sebagai musuh.
Namanya akan mengguncang Bharata.
Dan dunia akan mengenalnya sebagai...
Permaisuri Duryodana.
ESTÁS LEYENDO
Empress Duryodana
Fanfiction--- Bagaimana jika Perang Kurukshetra tidak pernah terjadi? Bagaimana jika takdir memilih jalan yang berbeda? Bagaimana jika dua insan yang saling bertolak belakang dipersatukan oleh sebuah ikatan yang bahkan para dewa tidak mampu memutuskannya? Seb...
