Judul: Sebelum Rajutan Ini Terurai
Genre: Family, Angst, Slice of Life, Psychological Drama
Latar Tempat: Setiabudi, Bandung, Jawa Barat
Sinopsis:
Di sebuah rumah tua yang dikepung rimbunnya pohon bambu di sudut dingin Setiabudi, enam bersaudara per...
ㅤBandung selalu tahu cara merayakan kesepian. Terutama saat bulan November tiba, ketika kabut tebal merayap turun dari arah Lembang, membawa aroma tanah basah dan hawa dingin yang mengurung kawasan Setiabudi dalam pelukan yang kaku.
Di ujung sebuah gang sempit, berdiri sebuahrumah tua bergaya jengki. Cat putih dindingnya sudah mengelupas di banyak sisi, digantikan oleh lumut tipis yang tumbuh subur akibat kelembapan udara. Pagar tanaman teh-tehan di depannya tumbuh rimbun, seolah sengaja menyembunyikan sang pemilik rumah dari bisingnya dunia luar.
Namun, jika seseorang berdiri cukup dekat di depan pintu jatinya yang kokoh, ketakutan akan hawa dingin itu akan menguap seketika.
Dari dalam rumah, selalu terdengar suara kehidupan. Ada dentang spatula besi yang beradu dengan wajan, lengkingan tawa si bungsu yang sedang digoda kakak-kakaknya, petikan gitar tua yang sumbang, hingga suara radio jepret lama yang memutar lagu-lagu melankolis. Rumah itu selalu penuh. Rumah itu selalu padat oleh cinta yang dirajut dari benang-benang wol murah berwarna cokelat muda, merah muda, dan krem.
Bagi orang yang tinggal di dalamnya, kemiskinan hanyalah kerikil kecil. Selama mereka bisa duduk melingkar di atas karpet bulu yang menipis, membagi sebutir telur menjadi enam bagian untuk kuah mi rebus, dan saling menghangatkan punggung dengan sweter rajutan tangan, maka dunia luar tidak ada artinya.
Mereka percaya bahwa mereka adalah enam helai benang yang telah diikat mati oleh takdir untuk selalu bersama. Mereka tidak tahu, atau mungkin menolak tahu, bahwa sekencang apa pun sebuah ikatan dibuat, waktu adalah gunting paling tajam yang siap mengurai rajutan itu hingga tak bersisa.
Dan di ujung gang yang sunyi, jam dinding kayu di ruang tamu mereka bersiap berdentang untuk sesuatu yang seharusnya sudah selesai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca kawan-kawan! Hati-hati cerita ini mengandung banyak plot twist heheheh^^