Kehidupan Shakira Queenzya Bramasta berjalan sebagaimana mestinya. Mengajar sebagai dosen, mengurus toko bunga milik keluarganya, dan menikmati hari-hari yang terasa begitu tenang.
Hingga suatu hari, ketenangan itu berubah. Seorang laki-laki datang...
Hiii teman-teman, kalian bisa panggil aku dyas yaa.
btw kalian tahu cerita ini dari mana
1. Tiktok 2. Ig 3. Atau yang lain
⭐Happy Reading⭐
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, nama saya Kaivan Abyzar Al-Haidar, putra dari KH. Ahmad Fathurrahman Al-Faruqi, pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah An-Nur. Kedatangan saya bersama keluarga ke rumah Pak Bramasta bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi membawa satu niat baik yang telah saya yakini. Saya datang untuk meminta izin dan restu kepada Pak Bramasta untuk meminang putrinya yang bernama Shakira Queenzya Bramasta."
"InsyaAllah, dengan izin Allah SWT dan kedua orang tua, saya ingin menjadikan Shakira sebagai istri satu-satunya, seseorang yang akan saya jaga, saya hormati, dan saya bahagiakan dalam perjalanan hidup saya. Saya ingin membangun rumah tangga bersamanya, menjadikan pernikahan ini sebagai jalan ibadah, membangun surga kecil yang penuh cinta dan keberkahan, serta bersama-sama menuju ridha Allah SWT."
Suara Gus Kaivan terdengar begitu jelas di pendengaran Shakira. Perempuan itu sedari tadi hanya menundukkan kepalanya, jemarinya saling menggenggam erat, mencoba menyembunyikan kegelisahan yang sejak tadi memenuhi pikirannya.
Ruangan itu hening setelah Kaivan menyampaikan niatnya. Pak Bramasta menatap Gus Kaivan beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum kecil.
"Kalau dari saya, saya mengizinkan niat baik ini. Tapi kembali lagi, keputusan ada di tangan Shakira. Karena nantinya, Shakiralah yang akan menjalani kehidupan ini. Saya serahkan semuanya kepada putri saya."
Kaivan mengangguk perlahan. Ia menerima keputusan itu dengan tenang, tanpa sedikit pun memaksa.
Sedangkan Shakira masih terdiam. Banyak hal yang memenuhi pikirannya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Apa tidak salah jika Gus Kaivan datang ke rumahnya untuk meminangnya?
Shakira tahu betul, ada batas di antara mereka. Sebuah jarak yang mungkin bagi sebagian orang tidak mudah untuk dilewati. Tentang usia, tentang keadaan, tentang dirinya yang seorang dosen dan Kaivan yang masih menjadi mahasiswa.
Lalu, apakah batas itu benar-benar tidak bisa dilewati?
Ataukah sebuah ketulusan, rasa saling menghargai, dan cinta yang dibangun dengan cara yang baik mampu meruntuhkan batas yang selama ini berdiri di antara mereka?