Sejak hubungannya berakhir dua tahun lalu, Gini merasa ada banyak perubahan dalam hidupnya. Seperti ada bagian dalam dirinya yang perlahan-lahan terbangun kembali. Kalau dulu, Gini lebih suka menikmati akhir pekannya di rumah. Rebahan, membaca buku, atau sekadar melakukan hal-hal sederhana yang tidak membutuhkan banyak tenaga.
Namun sekarang, ia justru lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menjelajahi alam. Kegiatan yang dulu mungkin tidak pernah terpikir akan bisa ia nikmati sebebas sekarang. Memang ada masa dimana ia beranggapan itu semua sebagai sesuatu yang melelahkan. Harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk berjalan kaki, berpanas-panasan di bawah matahari, dan juga harus siap menerjang segala tantangan alam yang tidak pernah bisa diprediksi.
Kini, semuanya seolah berbanding terbalik. Gini justru menemukan kesenangan dan ketenangan dalam prosesnya. Ia tidak lagi keberatan jika harus bangun pagi-pagi buta untuk menghirup udara segar, menyusuri jalur pendakian, atau duduk diam sambil menikmati pemandangan laut yang selama ini hanya bisa dilihat dari layar ponsel.
Semakin sering ia pergi berjelajah, semakin membuatnya tersadar betapa luasnya dunia yang selama ini hanya ia kenal dari sudut kecil kehidupannya sendiri. Tak jarang membuat Gini merasa dirinya bukan siapa-siapa. Hanya manusia kecil yang berada di antara gunung-gunung yang menjulang, laut yang tak berujung, dan langit yang seolah tidak memiliki batas. Anehnya, perasaan itu tidak pernah membuatnya merasa rendah. Justru terasa menenangkan dan ada sedikit penyesalan yang terlintas dalam benaknya.
Kenapa baru sekarang ia berani mencoba ini semua?
Selama bertahun-tahun Gini terbiasa hidup dalam banyak batasan, yang bahkan tidak dibuat oleh dirinya sendiri. Ada banyak keinginan yang ia simpan dan terpaksa diurungkan. Ada tempat-tempat yang hanya menjadi rencana dan tidak pernah terlaksana karena merasa tidak enak jika harus membuat pasangannya khawatir. Bukan karena ia dipaksa. Setidaknya, Gini tidak pernah merasa demikian. Ia hanya merasa itu adalah salah satu bentuk rasa hormat kepada seseorang yang ia cintai.
Kalau ada yang membuat pasangan tidak nyaman, kenapa tidak ia kurangi? Kalau ada hal yang bisa ia hindari demi menjaga perasaan pasangannya agar tetap tenang, mengapa tidak ia lakukan? Dan selama empat tahun, Gini tidak pernah merasa keberatan dengan itu semua.
Namun, tanpa Gini sadari, lama-lama ia menjadi begitu terbiasa menyesuaikan diri. Terlalu sering memikirkan perasaan orang lain sampai harus mengabaikan diri sendiri. Terlalu sibuk menjadi seseorang yang dibutuhkan orang lain sampai lupa bagaimana rasanya menjadi dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, hubungan itu berakhir. Dan untuk pertama kalinya, Gini hanya perlu memikirkan dirinya sendiri. Tidak ada lagi seseorang yang harus ia pertimbangkan sebelum mengambil setiap keputusan.
Seperti hari ini, misalnya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore ketika Gini tiba di depan pintu apartemen. Seharian ini waktunya habis untuk trekking menyusuri Curug Leuwi Hejo di Bogor bersama Andrea, Rere, dan beberapa teman lainnya. Medan menuju curug lebih menantang dari biasanya karena hujan semalam. Area tanjakan menjadi licin, bebatuan basah, dan jalur tanah yang lembab benar-benar menguras tenaganya. Baju yang ia kenakan tampak kotor di beberapa bagian, terkena cipratan air yang bercampur lumpur halus. Rambut yang tadi ia ikat rapi kini mencuat kemana-mana. Seluruh tubuhnya terasa pegal luar biasa. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah mandi air hangat dan merebahkan diri di tempat tidur yang nyaman.
Namun, keanehan muncul begitu kunci pintu terbuka. Gini mendengar sayup-sayup suara dari layar televisi di ruang tengah. Alisnya bertaut kebingungan. Sejak mulai bekerja, ia memutuskan untuk hidup mandiri dan tinggal di apartemen, jadi sudah seharusnya apartemen ini kosong ketika dirinya pergi. Kewaspadaannya langsung melonjak, tangannya meraih tongkat kayu kecil yang menggantung di balik pintu-benda yang memang selalu ia siapkan untuk situasi darurat seperti ini. Terlebih Gini seorang perempuan yang tinggal sendirian, seringkali rasa aman sulit ditemukan.
YOU ARE READING
Teh Hijau | ft. RYUL LNGSHOT
RomanceGini pernah mengira hubungan yang ia jalani selama empat tahun akan membawanya sampai ke pelaminan. Namun, hidup justru membawanya pada kenyataan yang berbeda. Gini dipaksa belajar dengan cara yang paling menyakitkan. Orang yang paling dekat bisa me...
