We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bab 1

68 5 2
                                        

                         Agera

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Agera

Perkenalkan Nama aku Agera Annabelle. Saat ini aku berusia 23 tahun. Aku baru lulus kuliah tahun lalu. Jurusan yang aku ambil, Creative Writing, di mana aku belajar tentang teknik kepenulisan cerita, puisi, dan naskah. Tapi, menjadi seorang penulis yang novelnya ada di toko buku dan film tidak semudah itu. Aku sudah banyak menulis, tapi sayangnya tidak ada satupun novel yang aku tulis di lirik oleh penerbit. sedih, bukan?

Seperti biasa hari-hariku hanya sibuk mengetik di layar laptop sampai mataku menjadi lelah. Tiba-tiba Mama aku masuk ke dalam kamar dan mulai memarahiku sambil berkata,"Agera, kamu setiap hari cuma duduk ngetik di laptop tapi nggak bisa menghasilkan apa-apa! Cari dong kerjaan yang lain."

Seperti itulah yang dia lakukan saat ini.

Dan, seperti biasa, aku hanya bisa diam seribu bahasa, tidak pandai menjawabnya. Aku hanya menunduk sambil berkata, "Iya, Ma. Besok aku mulai cari kerjaan lain atau ngelamar di kantor lain."

"Kamu pegang ya janji kamu. Besok kamu harus cari pekerjaan lain. Kalau nggak Mama marah besar sama kamu. Mama Minta kamu kerja di kantor Mama sama Papa, tapi kamu nggak mau. Kamu malah mau jadi penulis, yang nggak ada ujungnya. Kamu nggak akan berhasil dengan menjadi penulis itu. Dan, jadi penulis itu bukan takdir kamu."

Mama marah-marah sampai wajahnya memarah,. Telingaku sudah terbiasa mendengarnya marah-marah. Mama memang seperti itu. Dari aku kecil, dia memang sudah sering marah-marah. Jadi itu bukan hal yang asing lagi bagiku.

Setelah mengatakan semua itu, Maka pergi sambil menarik pintu kuat dan membiarkanku terkejut karena bantingan pintu itu yang memang sengaja dia lakukan.

Aku menarik napas panjang setelah Mama keluar. Kepalaku rasanya sangat pusing. Ahkirnya, aku memilih rebahan di kasur empukku.

"Gini amat hidup aku. Aku lihat semua orang pada sukses. Teman-teman aku udah masuk ke kantor, tapi aku? Aku gini-gini aja. Oh, Tuhan, kasih aku jalan keluar dong. Pusing banget."ucapku sambil menjabak-njabak rambutku.

Beberapa detik kemudian, suara notifikasi dari ponselku berbunyi. Aku segera mengambil ponselku yang berada di saku celanaku, lalu mengecek pesan yang masuk. Aku langsung merasa bahagia saat melihat pesan itu, ternyata pesan itu dari pacarku.

Di pesan itu, pacarku bilang,"Hai, sayang. Kamu lagi sibuk nggak? Kalau kamu nggak sibuk, kita ketemuan, yuk. Aku mau ngajak kami dinner."

Aku langsung berteriak. Saking bahagianya, aku sampai bangkit dari tempat tidurku. Aku langsung membalas,"Mau dong, sayang. Aku pusing banget di rumah. Untuk kamu ngajak aku. Oke, aku OTW sekarang, ya."

Aku pun langsung mengambil tasku bersiap-siap, lalu pergi, meninggalkan rumah yang seharian membuatku pusing dengan dunia penulis ini.

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ini Akhir Atau Jeda Yang PanjangStories to obsess over. Discover now