🌻Prolog

32 3 2
                                        

Konon, setiap kisah cinta selalu berakhir di pelaminan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Konon, setiap kisah cinta selalu berakhir di pelaminan. Gaun putih yang menjuntai anggun, jas hitam yang dikenakan dengan penuh kebanggaan, doa-doa yang mengudara, serta tepuk tangan yang mengiringi sepasang insan menuju gerbang kehidupan baru. Di sanalah orang-orang menutup sebuah cerita dengan senyum, seolah setelah kata sah terucap, tak ada lagi badai yang perlu dihadapi.

Padahal, tidak ada kisah yang benar-benar selesai pada hari pernikahan. Sebab cinta tidak diuji ketika dua hati saling mengucap janji, melainkan ketika janji itu harus dipelihara setiap hari.

Munggaran dan Alifa pernah melewati musim yang nyaris membuat mereka kehilangan satu sama lain. Mereka mengenal cinta dalam wujud yang tidak selalu indah. Ada air mata yang jatuh diam-diam, ada ego yang sama-sama enggan merendah, ada luka yang membutuhkan waktu panjang untuk sembuh, dan ada tangan yang hampir terlepas sebelum akhirnya memilih saling menggenggam lebih erat.

Kini, ketika cincin telah melingkar di jari dan sebuah rumah menanti kepulangan mereka setiap senja, perjalanan itu justru dimulai dari halaman pertama. Mereka akan belajar bahwa rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang tempat dua hati bertumbuh. Bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dalam perayaan besar, melainkan bersembunyi di balik secangkir teh hangat yang disiapkan tanpa diminta, pelukan sederhana setelah hari yang melelahkan, tawa yang memenuhi meja makan, pertengkaran kecil yang selalu menemukan jalan pulang melalui kata maaf, dan doa-doa yang diam-diam dipanjatkan setiap malam untuk seseorang yang tidur di sisi kita.

Mungkin, itulah alasan mengapa Tuhan tidak menciptakan selamanya dalam satu hari. Ia memecahnya menjadi ribuan momen kecil, agar manusia belajar bahwa cinta bukan hanya tentang menemukan seseorang yang tepat, melainkan tentang memilih orang yang sama, berkali-kali, dalam setiap musim kehidupan.

Dan dari ribuan momen kecil itulah, Munggaran dan Alifa akan menulis kisah mereka. Bukan kisah yang sempurna. Melainkan kisah yang akan selalu mereka sebut dengan satu nama, Our Little Forever.

Our Little Forever Stories to obsess over. Discover now