We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

BAB 1

2 0 0
                                        

Matahari pagi menyelinap masuk melalui jendela kamar yang besar itu. Suasananya tenang, damai, dan menenangkan. Devan masih tertidur pulas di atas kasurnya, bibirnya bahkan tersenyum tipis.

Entah mimpi apa yang sedang ia lihat. Mungkin sedang dikelilingi para wanita cantik. Mungkin juga sedang menjadi miliarder muda. Yang jelas, mimpinya terlihat menyenangkan.

Sayangnya, kedamaian itu tidak berlangsung lama.

"DEVANNNN!!"

BRAK!

Pintu kamar terbuka dengan keras.

Mimpi indah Devan langsung hancur berkeping-keping.
Mata Devan langsung terbuka sepenuhnya. Pintu kamar nya di dobrak dengan sangat keras, hingga seisi rumahnya pun bergetar... Emmm....

Mama : DEVAN ALVANO! BANGUN! BANGUN! BERAPA KALI MAMA HARUS MENERIAKI MU HAH?! AYO BANGUN!

Teriak mama sambil menarik selimut nya dengan keras.

Devan : Emhh... 5 menit lagi mah... 5 menit aja...

Mama : ngga! Bangun ngga kamu?! DEVAN!

Bukannya terbangun, devan justru tertidur kembali, karena kesal dengan sifat anaknya ini, mama langsung menjewer kuping anaknya dengan kuat.

Mama : BANGUN! AYO BANGUN!

Devan : Aaaaa... Mama... Sakit maaa. Sakit...

Mama : makanya bangun, ayo bangun!

Devan : iya iya ini devan bangun nihh...

Tanpa melepaskan jewerannya, mama menarik devan ke kamar mandi untuk mandi, lihat sudah jam berapa ini haduh...

Di meja makan, seorang pria paruh baya sedang menikmati teh hangat sambil membaca koran pagi. Wajahnya terlihat tenang, seolah tidak terganggu oleh keributan yang baru saja terjadi di lantai atas.

Mama : lihat anak mu itu! Susah sekali untuk bangun pagi, Lama-lama aku bisa cepat keriput karena anak mu itu.

Papa : dia anakmu juga, kenapa menyalahkan diriku?

Mama : dia itu sangat mirip dengan mu, nakal dan tidak tahu waktu

Papa : hey, aku tidak—

Devan : PAGI PAPA! MUACH!

Papa : pagi nak

Devan duduk di kursi seberang yang menghadap kearah sang papa, wajahnya yang tadinya bengap karena bangun tidur kini cerah kembali setelah mandi.
Keluarga Devan adalah keluarga yang berkecukupan, ayahnya seorang pengusaha sukses dengan usaha elektronik dan beberapa investasi yang ia lakukan. Sedangkan ibunya Devan dahulunya adalah seorang model yang lumayan terkenal dan sering masuk di majalah kecantikan pada masanya.  Berbanding terbalik dengan kedua orang tuanya, devan sendiri merupakan anak yang nakal dan selalu berbuat  onar dimanapun ia berada. Meskipun setiap tingkahnya memang menghibur, tapi tetap saja itu mengesalkan.

Setelah sarapan di pagi itu, devan langsung bergegas untuk berangkat ke kampus dengan menggunakan sepeda bututnya, padahal di rumah dia ada mobil dan sepeda motor tapi ia malah milih sepeda butut.
Devan menggowes sepedanya secepat yang ia bisa, beruntung nya naik sepeda, ia dengan mudah menyalip dan menghindari dari Kemacetan, tapi sial nya...
Karena terlalu fokus ngebut, Devan tidak menyadari ada lubang di depannya. Ban depan sepedanya langsung menghantam lubang itu.
*BUGH! *

Devan : ah! Siapa sih yang narok lubang disini?! Sial banget gue

Karena jatuhnya lumayan keras, ban belakang sepeda devan malah meleyot.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 30 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

EMPAT ORANG TIDAK WARASStories to obsess over. Discover now