Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Konser salah satu grup ternama dari Korea di hadiri ribuan penggemar, suasana pecah, enam member semangat banget nyambut semua penggemar mereka yang datang, termasuk juga Riki. Member termuda ini kelihatan paling lincah di antara lima teman nya.
Konser berjalan dengan heboh, rasa lelah mereka terbayar dengan antusias semua penggemar. Sampai mata Riki berhenti di satu titik, di antara ribuan penggemar, dia hadir di konser mereka, di sela kesibukan nya.
Echa Mirabelle. Solois muda dari label yang sama dengan grup Riki bernaung. Echa debut satu tahun lebih dulu di banding grup nya. Meski muka Echa ketutup masker, Riki tetap ngenalin dia.
Grup Riki selesai nyanyiin lagu yang terakhir sebelum mereka menutup konser hari itu. Satu persatu member pada ngucapin terimakasih ke seluruh penggemar, kini giliran Riki yang bicara. Awalnya dia juga ngucapin khusus ke penggemar nya, sampai tiba-tiba dia bilang.. "Terimakasih juga buat Echa Noona yang udah nyempetin hadir di konser kita." Katanya sambil nunjuk kearah Echa berada. Di tribun paling atas.
Para penggemar pun bersorak karena mereka baru menyadari adanya Echa. Echa sempat membungkukkan badannya, lalu dia melambaikan tangan kearah panggung. Para member juga ikut heboh. "Woah, Noona. Terimakasih banyak." Seru kelima member lain nya. Echa kembali membungkukkan badannya.
Penggemar mereka tahu bagaimana dekatnya idol mereka dengan si solois cantik itu. Setelah cukup berpamitan dan lebih dulu kembali ke back stage, para penggemar pun mulai berhamburan keluar stadion buat pulang ke rumah masing-masing, termasuk juga Echa.
Echa di kawal beberapa bodyguard nya menuju mobil jemputan nya yang udah siap nunggu di luar. Saat dia udah masuk mobil, sopir pun melajukan mobil nya meninggalkan area stadion. "Langsung pulang, non?" "Ke dorm dulu Pak, saya ada rapat buat album baru." Sopir mengangguk cepat sebagai jawaban. Sementara Echa mulai sibuk dengan handphone nya, membuka salah satu sosial media, yang beranda nya langsung penuh sama fancam konser grup Riki tadi. Sudut bibirnya naik secara sadar.
Tiba-tiba ada panggilan masuk dari seseorang yang bikin senyum nya makin lebar, cepat-cepat Echa angkat. "Ya?" "Langsung pulang?" "Nggak, mau ke dorm, ada rapat." "Yah.. padahal mau ketemu dulu." "Kan tadi udah.." "Dari jauh doang." Echa terkekeh kecil dengar rengekan di seberang sana. "Nanti mampir aja ke apartemen aku." "Kamu pulang nya jam berapa?" "Mm, belum tau. Mungkin agak larut." "Yah.. aku gak bisa mampir dong." "Mampir aja, aku usahain pulang cepat." "Oke deh, aku datang duluan ke apartemen kamu ya." "Iya, hati-hati jangan sampai mencurigakan." "Siap sayang." Echa terkekeh lagi. Setelah itu telepon pun berakhir, tapi senyum nya belum pudar sedikitpun.
~~~
Sesuai janji, Echa usahakan pulang cepat dari yang seharusnya. Dengan langkah gontai dia masuk ke apartemen miliknya. Baru buka pintu, Echa langsung di sambut sama bau masakan favorit nya. "Malatang~" rengek nya yang kemudian berjalan cepat menuju dapur. Bukan cuma di sambut aroma malatang, seseorang di telepon dari juga udah berdiri di dekat meja makan. Tentu dia juga yang masak di dapur Echa. "Hai sayang," sapanya dengan senyum cerah juga merentangkan kedua tangannya, Echa balas senyum lalu berjalan mendekat. Dengan segera Echa masuk ke pelukan nya. "Kangen banget." "Aku juga kangen kamu." Echa menaruh dagunya di dada orang itu, mereka saling natap dengan hangat.