één en twee

3 1 0
                                        

### CHAPTER 1: KURSI ITU MILIKKU

Ups! Ten obraz nie jest zgodny z naszymi wytycznymi. Aby kontynuować, spróbuj go usunąć lub użyć innego.

### CHAPTER 1: KURSI ITU MILIKKU. TIDAK. MILIKKU.

Hari pertama SMP Harapan Bangsa.

Aku, Allenatore Salvador, sudah duduk manis di bangku paling depan.
Alasan? 1. Deket papan tulis. 2. Deket guru. 3. Jauh dari drama.

Rencana sempurna. Sampai...

BRAKK!

"WOI MINGGIR! ITU KURSI GUE!"

Muncul lah makhluk satu ini. Rambut acak-acakan, dasi miring, senyum miring juga.
Namanya Dirxy Zarveerar. Katanya.

Dia langsung narik kursi di sampingku. Kursi yang dari tadi aku incar buat naruh tas.

"Eh, itu kursi gue." kataku datar. Mata masih di buku.

Dirxy nyengir. "Bukti? Ada namanya? Enggak kan. Berarti milik negara. Milik bersama. Milik... gue."

"Logika anak TK."
"Logika anak kutu buku." balasnya sambil nyolek pensilku sampe jatuh.

Dan disitulah awal mula perang dunia ke-1 dimulai.

---

#### 5 Menit Kemudian

Bu Guru masuk. "Selamat pagi anak-anak. Perkenalkan, ini ranking 1 SD se-kecamatan... Dirxy Zarveerar. Dan ini ranking 1(2) SD se-kota... Allenatore Salvador."

Seisi kelas: "WOOOW"

Dirxy dan aku: saling tatap,saling julid dalam hati

'Otaknya sama. Ego nya juga sama.'

Sejak hari itu, kami punya 3 gelar resmi:
1. Ranking 1 & 2 paralel
2. Kesayangan Bu Guru
3. Pasangan Paling Berisik Se-SMP

Kerjaannya?
Dia: Naro cicak plastik di laci aku.
Aku: Nulis "Dirxy = Bebek" di papan tulis pake spidol permanen.

Dia: Ncuri contekan aku pas ulangan.
Aku: Bisikin jawaban salah pas dia nanya.

Tapi anehnya... tiap lomba cerdas cermat, kita satu tim.
Tiap ada tugas kelompok, guru selalu nyatuin kita.
"Karena kalian pinter. Saling melengkapi." kata Bu Guru.

'Melengkapi kepala sama batu kali.'

---

#### Sore Hari, Pulang Sekolah

Dirxy nahan tas ku. "Eh Allen. Besok bawa penghapus ya. Punyaku ilang."

"Ilang karena kamu pake buat ngehapus nama aku di kursi?" sindirku.

Dia ketawa. "Ketahuan. Yaudah ganti rugi. Traktir cilok."

Aku jalan duluan. Dia ngikut dari belakang sambil nyanyi-nyanyi ga jelas.

Dan aku... pura-pura ga denger. Pura-pura kesel.
Padahal di dalam hati: 'Berisik banget sih. Tapi... rame juga kalau ga ada dia.'

---

---

### CHAPTER 2: GUE DEBAT. LU DIEM.

SMA. Kelas 10.
Lomba Debat Antar Kelas. Tema: '"HP Harus Dilarang di Sekolah"'

Dan sialnya...
Tim Pro: Aku, Allenatore Salvador
Tim Kontra: Dia, Dirxy Zarveerar

Seisi sekolah udah tau. Kalau dua orang ini satu panggung = pasti rame.

---

#### Di Atas Panggung

Moderator: "Waktu untuk argumen pertama, dari tim Pro. Silakan Allenatore."

Aku maju. Rapi. Kalem. Kacamata udah aku benerin.
"Yang terhormat dewan juri. HP itu mengganggu. Contohnya? Ada orang di sini yang tiap 5 menit cek notif. Padahal lagi debat."
aku lirik ke arah Dirxy

Seisi aula: "UUHHHH"

Dirxy di tim seberang langsung nunjuk dirinya sendiri. "Siapa? Saya? Saya kan cuma ngecek... jadwal debat selanjutnya."

Moderator: "Giliran tim Kontra. Dirxy."

Dia maju. Dasi masih miring. Senyum menang-menangan.
"Teman-teman. HP itu penting. Buat apa? Buat nyatat poin lawan debat. Contohnya poin dari tim Pro yang barusan... isinya cuma nyindir pribadi."
Dia senyum ke aku. "Kreatif sih. Tapi kurang kerjaan."

Aku: senyum tipis "Daripada kurang bahan."

---

#### Sesi Rebutal - Neraka Dimulai

Dirxy: "Kalau HP dilarang, gimana cara kita cari referensi cepat? Masa mau ke perpustakaan lari-larian?"
Aku: "Tenang. Otak saya cukup. Tidak seperti sebagian orang yang isinya cuma meme."
Dirxy: "Meme itu literasi visual, Kak. Bapak guru bilang."
Aku: "Guru mana? Guru les ngelawak?"

Juri: batuk "Fokus ke materi..."

Tapi kami berdua udah kebawa arus. Debat materi udah 20%, saling sindir udah 80%.

Puncaknya pas sesi kesimpulan.

Dirxy nutup: "Jadi, HP harus ada. Karena tanpa HP, saya tidak bisa stalking... eh maksud saya, mencari informasi tentang lawan debat saya yang terlalu... sempurna."

Aku nutup: "Dan HP harus dilarang. Karena kalau tidak, akan ada orang yang menyalahgunakannya... untuk memuji lawan debatnya secara tersirat."

Seisi aula diem 2 detik. Terus: "WOOOO"

Kami turun panggung bareng. Dia nyenggol bahuku.
"Nyindir gue ya tadi?"
"Perasaan doang."
"Gue menang."
"Mimpi."

Hasilnya? Juara 1 bareng. Karena juri capek.
Gelar baru nambah: Raja & Ratu Sindir Sedunia

---

#### Setelah Lomba, di Kantin

Dirxy duduk di depan ku. Nyodorin es teh.
"Buat lu. Tadi kering kan banyak ngomong."

Aku terima. "Makasih. Ngalah ya?"

Dia ketawa. "Enggak. Ini strategi. Biar lu diem 5 menit."

Aku minum. Dia nyolongin kentangku.
Aku jitak. Dia ngadu ke Bu Guru.
Bu Guru: "Udah gede masih aja... kalian berdua emang kompak."

Kami: saling lirik, saling buang muka

'Kompak apanya. Musuh.'

Musuh Seumur Hidup..Eh Suami.Opowiadania do pokochania. Odkryj je teraz