BAB: 1

13 2 4
                                        

Hujan deras menemani PUTRI AURORA yang terisak di depan halte yg sepi.Pipi dan hidungnya memerah ,bukan karena hawa yg dingin,melainkan karena air mata yang tak mau berhenti mengalir.Sambil menyentuh sudut wajahnya yang masih perih,Aurora teringat saat sang ayah membentak dan menamparnya,sebuah hukuman kejam atas fitnah dari saudari tirinya yg di selimuti rasa iri.

Tetapi,bagi Aurora rasa sakit fisik dari tamparan itu tidak sebanding dengan luka di dalam dadanya,hatinya hancur Seketika karena orang tua yang melahirkan nya justru lebih mempercayai fitnah sang saudari tiri,mangabaikan fakta bahwa dialah anak kandung mereka yang sebenarnya.

Di tengah keputusasaannya,
Sorot lampu putih yang terang membelah tirai hujan menerangi halte yang sepi itu.Sebuah mobil mewah berwarna hitam legam perlahan berhenti tepat di depan Aurora.pintu mobil itu terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya yang berpenampilan sangat anggun dan elegan.Langkah kakinya yang terbalut sepatu hak tinggi,melangkah pasti menembus rintik hujan,memayungi dirinya sendiri,sebelum akhirnya mengarahkan payung besar itu untuk melindungi tubuh Aurora yang sudah basah kuyup.

Hay Hay gays ini cerita baru aku
Jika ada kesamaan tokoh dalam cerita ini aku minta maaf
Btw jangan lupa vote dan komen ya biar aku semangat nulisnya.

Golden Princess of Five Mansions  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang