01

17 2 0
                                        

pagi hari felix baru terbangun dari mimpinya setelah mengumpulkan nyawa nya dia memutuskan untuk keluar kamar..

diluar kamar felix melihat kakak nya yang sedang memasak sarapan pagi untuknya..

"pagii kak" sapa felix lalu mendudukkan dirinya di kursi

"pagi" jawab singkat kakak nya dan kembali fokus untuk masak

"kakak masak apa?" pertanyaan itu tak dijawab oleh sang kakak

tak butuh waktu lama makanan itu sudah siap lalu ia menaro di piring milik felix

"makan" ucapnya singkat lalu duduk di depan felix

"yey makasih kak" felix melahap makanan nyaa

"emm kak, felix boleh main ke hutan gaa"

mendengar pertanyaan felix lelaki itu langsung menaro kembali sendok nya dan menatap kearah mata felix

"untuk apa pergi kesana?"

"kamu tau disana berbahaya felix"

jawaban kakaknya membuat senyum di wajah felix menghilang...

"kenapa sih kak lagian aku juga gabakal kenapa kenapa"

"tidak" jawabnya singkat

"kalau begitu kakak ikut aku ajaa ya"

felix memohon kepada kakaknya dengan memasang wajah imut agar kakak nya menuruti nya...

"tidak felix sekali kakak bilang tidak ya tidak"

"lanjutkan sarapan mu setelah ini kakak harus pergi ke kantor"

"jahat" lirih felix sambil meneruskan makan nya

"kalau kakak jahat kakak akan biarkan kamu tersesat di tengah hutan sana"

felix berdecak kesal "aku gaakan tersesat jangan berlebihan"

"nurut apa yang kakak katakan"

tatapan tajam kakaknya membuat felix pasrah dan menurut perkataan kakaknya..

felix dan kakak nya sudah lama hidup hanya berdua dikarenakan kedua orang tua mereka yang sudah lama meninggal...

kepergian kedua orang tua mereka membuat kepribadian felix berubah dia jadi jauh dari orang orang...

hal itu membuat kakaknya memutuskan untuk membawa felix pergi dari kota dan pindah ke suasana yang baru yaitu di perdesaan jauh dari banyak orang...

suasana disana sangat tenang, tidak banyak orang disana, dekat dengan hutan, dan banyak tumbuhan yang subur..

"setelah ini kakak pergi ke kantor jangan keluar rumah sampai kakak pulang"

ucapan kakaknya tidak di jawab oleh felix, felix terus menunduk dan murung karna keinginan nya tidak di turuti

"kakak sedang bicara felix"

"heem" jawabnya singkat tanpa menoleh kearah kakaknya

lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas lalu meninggalkan felix untuk bersiap

"jahat, aku kan kesepian di sini" guman nya pelan

felix berjalan kearah jendela felix melihat kearah hutan yang sepi..

"gimana ya caranya supaya aku bisa kesana"

tak lama kakaknya selesai bersiap dan menghampiri felix yang sedang asik memandangi hutan di depan rumah mereka

"kakak berangkat" mencium singkat kepala adiknya

"jangan sedih nanti kakak bawakan kamu coklat"

mata felix berbinar mendengar ucapan kakaknya yang akan membawakan nya coklat

the man in the forestStories to obsess over. Discover now