Prolog

28 1 0
                                        

Tidak semua pertemuan lahir dengan alasan yang bisa dipahami sejak awal.

Ada yang datang begitu saja, menyelinap di antara hari-hari yang terasa biasa, lalu perlahan mengubah banyak hal tanpa pernah meminta izin. Awalnya hanya saling mengenal. Bertukar nama, bertukar cerita, saling mengejek, lalu tertawa seolah dunia tak pernah memberi beban. Tidak ada yang menyangka bahwa hal-hal sederhana seperti itu bisa meninggalkan jejak yang begitu dalam.

Waktu memang aneh. Ia mampu mengubah seseorang yang dulu hanyalah orang asing menjadi tempat paling nyaman untuk kembali. Mengubah percakapan singkat menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi rasa peduli, dan tanpa sadar, rasa peduli itu tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih sulit dijelaskan.

Mungkin memang begitulah cinta bekerja. Ia tidak selalu hadir dengan dentuman yang membuat jantung berdebar pada pandangan pertama. Kadang, ia memilih berjalan pelan. Bersembunyi di balik perhatian kecil yang dianggap sepele, tatapan yang terlalu lama, atau kebiasaan menunggu seseorang tanpa tahu apa alasannya. Sampai pada suatu titik, kita menyadari bahwa ada satu nama yang selalu ingin kita dengar, dan ada satu orang yang kehadirannya mampu membuat hari yang paling melelahkan terasa sedikit lebih ringan.

Namun, mencintai tidak pernah sesederhana itu. Ada perasaan yang memilih diam karena takut merusak apa yang telah ada. Ada hati yang rela menyembunyikan rindunya demi tetap bisa berada di sisi orang yang disayanginya. Sebab terkadang, kehilangan seseorang sebagai teman terasa jauh lebih menakutkan daripada menyimpan perasaan itu sendirian.

Dan mungkin, kisah ini bukan tentang bagaimana cinta dimulai. Melainkan tentang bagaimana dua hati yang sama-sama takut, perlahan belajar bahwa beberapa perasaan tidak diciptakan untuk terus disembunyikan.

Karena pada akhirnya, setiap orang akan menemukan seseorang yang membuat kata pulang bukan lagi tentang sebuah tempat, melainkan tentang siapa yang menunggu di sana.


"Some people are destined to become home."

by Salvatore

Eight Under One'RStories to obsess over. Discover now